Wamen Stella ‘Semprot’ Alumni LPDP yang Bilang: “Cukup Saya WNI, Anak Jangan!” Publik Makin Panas

Bagikan Artikel

Jakarta, BonariNews.com – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie akhirnya angkat suara soal pernyataan kontroversial seorang alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang viral karena berkata: “Cukup saya WNI, anak jangan.”

Menurut Stella, persoalan ini bukan sekadar kemarahan publik, tetapi menunjukkan adanya kegagalan moral dalam memahami esensi beasiswa negara.

“Beasiswa Itu Utang Budi, Bukan Fasilitas!” – Stella Tegas Bicara

Stella mengungkap, ia pernah diserang netizen ketika menegaskan, beasiswa luar negeri merupakan utang budi kepada negara. Ia menilai polemik yang muncul belakangan ini membuktikan bahwa sebagian penerima beasiswa gagal memahami amanah tersebut.

“Beasiswa dari negara itu bukan hadiah. Itu amanah yang membawa tanggung jawab,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan, memperketat aturan bukan solusi, karena justru bisa menciptakan sikap sinis dan membuat penerima beasiswa mencari celah untuk menghindari kewajiban.

Bukan Semua! Stella Singgung Diaspora Indonesia yang Justru Berkontribusi Besar

Stella menekankan, banyak ilmuwan diaspora Indonesia memberikan contoh positif bagi negeri. Ia menyebut beberapa nama seperti: Vivi Kashim, Sastia Putri, dan Haryadi.

Mereka, kata Stella, menunjukkan, “membalas budi kepada negara punya banyak bentuk, tidak melulu harus pulang atau bekerja di instansi tertentu.”

Tips Stella untuk Penerima Beasiswa Negara: Fokus Bermanfaat, Pakai Bahasa Indonesia di Rumah

Stella memberikan dua pesan penting:

  1. Penerima beasiswa harus fokus memberi manfaat nyata kepada masyarakat di Indonesia, bukan sekadar institusi.
  2. Orang tua, baik di Indonesia maupun luar negeri, wajib menanamkan kebanggaan berbahasa Indonesia, termasuk kepada anak-anak mereka.

Stella bahkan mencontohkan keluarganya sendiri. Sang suami yang berasal dari Polandia pun diwajibkan memakai Bahasa Indonesia di rumah.

Kronologi Ucapan DS yang Bikin Publik Meledak

Akun Instagram Dwi Sasetyaningtyas (DS) sebelumnya mengunggah video saat membuka paket berisi surat resmi dari Home Office Inggris.

Surat itu menyatakan anak keduanya resmi menjadi warga negara Inggris. DS juga menunjukkan paspor Inggris yang dikirim bersamaan.

Dalam videonya, ia menyatakan: “Cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak punya paspor kuat.”

Pernyataan ini langsung memicu amarah publik, terutama karena DS adalah penerima beasiswa LPDP yang didanai pajak rakyat.

DS Minta Maaf: “Saya Khilaf dan Salah Bicara

Setelah dihujat habis-habisan, DS akhirnya mengunggah klarifikasi dan permohonan maaf. Ia mengaku pernyataannya muncul dari rasa kecewa, tetapi mengakui bahwa ucapannya tidak pantas.

Ia mengatakan pernyataan itu bisa dianggap merendahkan identitas sebagai warga negara Indonesia dan mengakui kesalahannya. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *