BONARINEWS.COM, Dairi — Wakil Bupati Dairi, Wahyu Daniel Sagala, meminta semua anggota Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) bekerja dengan tegas, kuat, dan cepat menyesuaikan diri dengan aturan yang terus berubah. Pernyataan ini disampaikan saat rapat koordinasi Satgas MBG Kabupaten Dairi, Selasa (6/1/2026).
Menurut Wahyu, program MBG adalah program nasional yang penting untuk memastikan anak-anak dan ibu hamil mendapat gizi cukup. Karena itu, setiap anggota Satgas harus memahami aturan terbaru, termasuk soal Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sekarang wajib memiliki sertifikasi halal.
Selain itu, Wahyu menekankan pentingnya update data. “Kita harus tahu jumlah SPPG yang sudah beroperasi, jumlah penerima manfaat, dan lokasi mereka. Jangan sampai ada wilayah yang kekurangan layanan, sementara di tempat lain justru ada SPPG menumpuk,” ujarnya. Ia juga mendorong camat untuk ikut dalam Satgas agar data dari setiap kecamatan lebih cepat dan akurat.
Dalam rapat, masyarakat memberi masukan agar SPPG mempekerjakan tenaga lokal, termasuk relawan, ahli gizi, dan kepala juru masak. Wahyu setuju, karena hal itu selain membantu program, juga memberdayakan masyarakat setempat.
Hingga kini, Kabupaten Dairi telah memiliki 16 SPPG yang melayani lebih dari 43.000 penerima manfaat, dari anak PAUD hingga siswa SMA sederajat.
Rakor ini dihadiri pejabat dari berbagai instansi, termasuk Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, hingga tokoh masyarakat. Program MBG diharapkan terus berjalan lancar, tepat sasaran, dan bisa menjangkau seluruh masyarakat, terutama anak-anak dan ibu hamil di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).
Dengan arahan Wabup, Satgas MBG di Dairi diharapkan semakin kuat, disiplin, dan mampu memastikan setiap warga yang membutuhkan gizi baik benar-benar mendapatkannya. (Redaksi)