DELI SERDANG, BonariNews.com — Sebuah video yang diunggah akun Facebook Efrata Tarigan Tua, pada Sabtu (28/2/2026), mendadak viral dan memicu gelombang keprihatinan. Dalam video tersebut, ia memperlihatkan kondisi jalan yang setiap hari dilalui warga penuh lubang, genangan air, dan risiko kecelakaan.
“Setiap hari kami melewati jalan ini dengan rasa cemas… yang kami temui bukan rasa aman, melainkan lubang, genangan, dan risiko kecelakaan,” tulisnya dalam video yang berlokasi di Pancur Batu, Deli Serdang.
Postingan itu langsung dibanjiri komentar warga yang sudah lama frustrasi menunggu perhatian pemerintah.
Veronika Tambunan warga setempat langsung membubuh komentar: “Sudah 15 tahun kami tinggal di Griyamilala… kalau hujan, menangis kami melewatinya. Sampai menyebut nama Tuhan… kapan Tuhan jawab doaku ini?”
Uki Adi menambahkan: “Kalau hujan, jalan ini jadi sungai. Sangat membahayakan. Sudah puluhan tahun dibiarkan.”
Sementara Ma Jhoesua Shelalahi mengungkapkan kekecewaan yang sama: “Selalu berjanji, tapi tak tahu kapan ditepati. Hujan turun sedikit saja, jalan ini sangat membahayakan warga.”
Keluhan yang sama muncul bertahun-tahun, namun tak kunjung ada perbaikan.
20 Tahun Menunggu, Warga Namo Bintang Akhirnya Bergerak
Di Dusun V Desa Namo Bintang, Kecamatan Pancur Batu, kesabaran warga akhirnya habis. Setelah lebih dari dua dekade menunggu, mereka memutuskan mengambil tindakan sendiri.
Belasan pria dari dusun itu turun langsung menimbun jalan yang rusaknya paling parah menggunakan tujuh dump truk pasir dan batu (sirtu) yang dibeli dari hasil patungan bersama. Sedikitnya 30 kepala keluarga ikut terlibat dalam gotong royong besar-besaran tersebut.
“Kondisi jalan ini sudah tidak manusiawi. Sudah sering kami suarakan, tapi tidak ada yang peduli,” ujar Abadi Sembiring, warga yang ikut memperbaiki jalan.
Inisiator gotong royong, Singarimbun menjelaskan, jalan tersebut merupakan akses vital yang dilalui lebih dari 600 KK setiap hari.
“Kalau hujan, lubang-lubangnya tertutup air. Sangat berbahaya. Syukurnya warga kompak, semua urun dana,” ujarnya.
Warga lain, Simamora mengatakab, kegiatan gotong royong ini bukan sekadar memperbaiki jalan, tetapi juga mengembalikan semangat kebersamaan yang lama hilang.
Hal senada diungkapkan Lubis:
“Warga sendiri turun memperbaiki jalan. Harapannya Pemkab Deli Serdang juga melihat dan mulai peduli.”
Selain memperbaiki jalan, warga berencana melanjutkan kekompakan ini untuk memperbaiki keamanan lingkungan, termasuk pencegahan pencurian dan peredaran narkoba.
Gotong royong ini menjadi bukti bahwa ketika pemerintah lamban merespons, warga tetap bisa bergerak demi keselamatan dan kenyamanan bersama. (Redaksi)
