Valentine yang Membekas: Saat Tawa, Luka, dan Gairah Hidup Bertemu

Bagikan Artikel

Oleh: Devilaria Damanik

Sabtu, 14 Februari 2026, menjadi Valentine yang tak pernah kulupakan. Bukan bunga, cokelat, atau hadiah mewah yang kudapatkan, melainkan momen penuh emosi—campuran antara suka dan duka. Setelah dua Valentine yang biasa-biasa saja, kali ini perayaan terasa istimewa. Teman-teman dan murid-murid menyiapkan segalanya dengan rapi, sementara aku dan Cicin hanya menunggu momen itu datang.

Musik mulai terdengar, sementara kami menikmati makan bersama. Aku merasakan sesuatu yang belum pernah kualami: diangkat dan disatukan dalam perhatian orang-orang yang dulu hanya kulihat sebagai anak-anak. Kini mereka telah tumbuh menjadi sosok dewasa, kuat dan penuh warna.

Aku diturunkan di bawah tenda, di dekat anak-anak yang bersiap menari, sementara para teman mendandani wajah dan rambutku. Aku berdiri di hadapan puluhan, mungkin ratusan mata, sebagai perempuan yang harus tampil seperti “wonder woman”, sekaligus rapuh di dalam.

Pakaian yang melekat, cuaca terik, dan ketidakterampilan menariku membuatku ingin segera lepas dari semua itu. Namun, aku sadar mereka telah bekerja keras untuk acara ini. Dulu, jika tidak nyaman, aku akan melakukan sesuka hatiku. Sekarang, aku mempertimbangkan lebih banyak hal—aku lebih dewasa, lebih bijak, dan sedikit resah menghadapi tekanan.

Hidup bagiku selama ini sederhana: melakukan hal baik, menikmati kebahagiaan sederhana, bermain, dan belajar dari pengalaman. Namun pelajaran terberat datang saat aku harus “melepaskan”—kehilangan bapak ketika aku berusaha membuktikan diri. Datang ke sini, aku tampak bahagia meski belum sepenuhnya utuh. Aku menerima luka itu, dan perlahan mulai sembuh.

Kebahagiaan itu hadir dalam bentuk sederhana: bernyanyi bersama Mama Risno hingga orang-orang tertawa, menari barongge mengikuti ritme musik meski kadang salah, dan berenang kapan pun aku mau. Tawa anak-anak, tingkah mereka yang lucu, serta kejutan-kejutan kecil mereka menjadi obat bagi jiwaku. Aku bahagia di sini, tapi waktunya tak berhenti—aku harus melatih diri dan belajar di tempat baru.

Di sini aku tidak sekadar mengajarkan membaca dan menulis, tapi juga critical thinking. Anak-anak masih bisa dibentuk; tulang mereka belum sekeras orang dewasa. Aku mendidik mereka untuk bertanya, berpikir mandiri, dan menjadi pribadi yang kritis, agar dewasa nanti mereka tak mudah digiring oleh kepentingan politik.

Aku belajar untuk tidak hanya menerima kenyataan, tapi juga menciptakan kenyataan yang mendukung cita-citaku. Harapan saja tak cukup; aku perlu rencana—target di setiap tahap hidup, idealisme yang jelas, dan strategi untuk menghadapi perubahan tanpa terkejut atau frustrasi.

Di akhir hari itu, gairahku muncul kembali. Aku menyatukan tiga amplop yang kuceritakan sebagai simbol rencana hidupku. Senyumku lebar, karena aku siap melanjutkan perjalanan ini dengan tekad baru.

Jara-Jara, kau benar-benar membuatku terengah. (*)

4 thoughts on “Valentine yang Membekas: Saat Tawa, Luka, dan Gairah Hidup Bertemu

  1. Valentine Day,,Org2 blng hari kasih sayang,,Tpi 14 februari Hari yg dimana sosok dirimu pribadiku sangat merasa kehilangan,,,cerita yg menarik tpi dibalik cerita itu ad kesedihan,yaitu kehilangan dirimu besty,,cerita yg indah mengukir sebuah kisah kita🥲

  2. Kukira sekedar cerita, trnyata prjalanan hati dan potret jiwa yang pernah rapuh lalu memilih tetap berdiri. Tawa juga luka dirangkul dalam satu ruang yang sama🥹

  3. Kukira hnya cerita, trnyta prjalanan hati juga potret jiwa yg prnah rapuh then memilih ttp berdir! Tawa dn luka dirangkul dlm satu ruang yg sma 🥹

  4. Saya yang membaca tulisan ini ikut terharu. Di balik “wonder woman” itu ternyata ada hati yang sedang belajar sembuh dan bertumbuh. Terima kasih sudah tetap hadir dan memberi yang terbaik, bahkan saat tidak mudah. Miss Dev dan Miss Cicin kuat, bangga sekali dengan perjalan ini, kalian sedang berjalan ke arah yang tepat and selamat melanjutkan petualangan yang baru🤗✨💙

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *