Usai Tragedi Bocah SD di Ngada, Polres Sikka Salurkan Perlengkapan Sekolah bagi Siswa Kurang Mampu

Bagikan Artikel

SIKKA, Bonarinews.com – Tragedi meninggalnya seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diduga dipicu faktor kemiskinan, memantik keprihatinan luas. Di Kabupaten Sikka, Polres Sikka merespons peristiwa tersebut dengan langkah konkret melalui kegiatan bantuan sosial di bidang pendidikan.

Pada Kamis (5/2/2026), Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, S.I.K. menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah kepada siswa kurang mampu di SDK Likot, Dusun Lua, Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka.

Kegiatan ini dihadiri Kasat Binmas AKP Donatus Paru, Kapolsek Waigete AKP I Wayan Artawan, S.H., Kasi Humas Polres Sikka IPDA Leonardus Tunga, S.M., KBO Binmas IPTU Herson Liman, Pamapta III IPDA Yohanis B. Dahoklory, Kepala SDK Likot Gervas Goncales, S.Pd, para guru, serta siswa-siswi penerima bantuan.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Sikka menyerahkan bantuan berupa 10 buah tas sekolah, 10 pak buku tulis, 10 pak bolpoin, serta sepatu sekolah kepada para siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, S.I.K. melalui Kasi Humas Polres Sikka IPDA Leonardus Tunga, S.M. menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendukung akses pendidikan bagi anak-anak, khususnya siswa sekolah dasar yang mengalami keterbatasan ekonomi.

“Bantuan ini diberikan agar siswa tetap dapat bersekolah tanpa terkendala kekurangan peralatan belajar, sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga dengan mengurangi pengeluaran orang tua dalam memenuhi kebutuhan sekolah anak,” ujar IPDA Leonardus.

Selain itu, kata dia, penyediaan perlengkapan sekolah yang layak juga diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, karena mereka memiliki sarana yang memadai untuk mengikuti proses pembelajaran.

“Ini juga sebagai upaya mencegah putus sekolah, mengingat salah satu faktor anak berhenti sekolah adalah tidak tersedianya perlengkapan dasar pendidikan,” lanjutnya.

Lebih jauh, Polres Sikka menilai kegiatan ini sebagai bagian dari dorongan terhadap pemerataan pendidikan, dengan memberikan kesempatan yang sama bagi siswa dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh fasilitas belajar yang setara.

“Dengan peralatan yang lengkap, kualitas pembelajaran diharapkan meningkat karena siswa dapat mengikuti kegiatan belajar dengan lebih efektif,” tegas IPDA Leonardus.

Rangkaian kegiatan dimulai sekitar pukul 09.00 WITA, diawali dengan kedatangan Kapolres Sikka dan rombongan di SDK Likot. Bantuan kemudian diserahkan langsung kepada para siswa penerima, sebelum rombongan kembali ke Mapolres Sikka sekitar pukul 09.30 WITA.

Polres Sikka memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian Polri terhadap masa depan pendidikan anak-anak, sekaligus pengingat bahwa tragedi kemanusiaan seperti yang terjadi di Ngada harus dijawab dengan aksi nyata agar tidak terulang kembali.

Reporter : Faidin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *