NGADA, BONARINEWS.COM – Di sela suasana duka, perhatian Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) tak berhenti pada empati semata.
Usai mengunjungi rumah duka (Takziah) almarhum YBR di Kampung Dona, Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Sabtu (7/2/2025), Gubernur NTT melanjutkan agenda kerja dengan menggelar pertemuan bersama Pemerintah Kabupaten Ngada di Kantor Camat Jerebuu.
Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi strategis yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, terutama mereka yang tinggal di wilayah pelosok dan sulit dijangkau layanan pemerintahan.
Salah satu isu utama yang dibahas adalah percepatan pelayanan administrasi kependudukan. Gubernur NTT menekankan pentingnya mobilisasi mobil layanan keliling E-KTP agar seluruh warga, tanpa terkecuali, dapat mengakses hak administratif mereka.
“Pelayanan administrasi kependudukan harus hadir sampai ke desa-desa terpencil, bukan menunggu masyarakat datang ke kota,” demikian penegasan Gubernur NTT.
Tak hanya soal dokumen kependudukan, Gubernur juga menaruh perhatian serius pada pendataan masyarakat miskin. Ia menekankan bahwa data bantuan sosial harus benar-benar akurat, berkeadilan, dan mencerminkan kondisi riil di lapangan.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Gubernur meminta agar proses pendataan dilakukan secara berkala dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, tenaga kesehatan desa, hingga Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Kolaborasi lintas unsur ini dinilai penting agar bantuan sosial tidak salah sasaran dan benar-benar menyentuh warga yang paling membutuhkan.
Dalam pertemuan itu, persoalan batas wilayah antara Kabupaten Ngada dan Kabupaten Nagekeo juga turut dibahas.
Gubernur NTT mendorong agar dicari solusi yang adil dan tidak merugikan masyarakat di kedua daerah, demi menjaga stabilitas sosial dan kepastian administrasi wilayah.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kerawanan bencana, Pemerintah Provinsi NTT pada akhir pertemuan menyerahkan bantuan sosial antisipasi bencana secara simbolis kepada masyarakat Kabupaten Ngada berupa beras PSO sebanyak 2 ton.
Bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Bupati Ngada Raymundus Bena, Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu, Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, Wakil Bupati Ende dr. Domi Mere, para Plt Sekda dari Kabupaten Ngada, Nagekeo dan Ende, pimpinan dan anggota DPRD II dari ketiga kabupaten, serta jajaran Pemerintah Provinsi NTT.
Langkah Gubernur NTT ini menegaskan bahwa kehadiran pemerintah bukan hanya dalam seremoni, tetapi juga dalam kerja nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat di akar rumput.(Faidin)
