Medan | Bonarinews.com – Dalam upaya melestarikan jejak perjuangan dan dedikasi yang mengakar kuat pada sosok Prof. Dr. rer nat Midian Sirait, Universitas Negeri Medan (Unimed) menggelar seminar nasional pada 29 Oktober 2024. Seminar yang diadakan di Ruang Sidang A Biro Rektor Unimed ini menghadirkan sejumlah tokoh terkemuka, seperti Prof. Dr. Asvi Warman Adam (BRIN Jakarta), Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd. (Unimed), dan Dra. Mira Riyati Kurniasih, M.Si. (Dirjen Pemberdayaan Sosial Kemensos RI), yang membahas kontribusi besar Midian Sirait dalam perjuangan kemerdekaan hingga pengabdiannya bagi Tanah Air di era modern.
Prof. Midian Sirait, putra asli Desa Lumban Sirait Gu, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, tercatat sebagai pejuang kemerdekaan yang aktif terlibat dalam berbagai gerakan melawan penjajahan Belanda dan Jepang. Ia memimpin Tentara Pelajar Batalion Arjuna sebagai Kepala Staf dan mengorbankan diri untuk mengamankan sumber-sumber strategis dari ancaman penjajah, hingga perannya di dunia pendidikan dan farmasi setelah kemerdekaan.
Gairah semangat kebangsaan Midian Sirait semakin mengemuka saat ia melanjutkan studi di Jerman dan menjadi penggerak diplomasi perjuangan Indonesia di Eropa. Di sana, ia berjuang meluruskan disinformasi yang menyebutkan bahwa perjuangan Indonesia didorong oleh komunisme, sehingga mendukung opini publik Eropa untuk berpihak pada Indonesia dalam sengketa Irian Barat.
Sekembali ke Indonesia, Midian tak lelah mengabdi. Sebagai Wakil Rektor III ITB, ia terlibat dalam gerakan membersihkan kampus dari pengaruh PKI, dan pada 1968, ia memimpin Simposium Pembaharuan yang menjadi cikal bakal gagasan politik Golkar. Tak hanya itu, Midian juga merupakan inisiator Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang bertujuan mempererat persatuan generasi muda tanpa sekat ideologi.
Tak hanya berkontribusi di bidang politik dan farmasi, Midian Sirait melalui Yayasan TP Arjuna mendirikan sekolah, museum, dan mengembangkan konservasi budaya Batak. Museum tersebut memelihara warisan budaya leluhur dan meningkatkan pariwisata di kawasan Danau Toba.
Di masa purnabakti, Midian mencurahkan perhatiannya pada pelestarian Danau Toba dengan mendirikan Yayasan Perhimpunan Pencinta Danau Toba, yang hingga kini menjadi tonggak pelestarian lingkungan dan budaya lokal. Seminar ini menjadi bukti bahwa pengabdiannya yang tak lekang waktu layak diabadikan sebagai Pahlawan Nasional. Para narasumber dan hadirin pun sepakat, sosok Midian Sirait bukan hanya seorang pejuang kemerdekaan tetapi juga pionir dalam berbagai bidang yang telah memberikan dampak luas bagi Sumatera Utara dan Indonesia. (Dedy Hutajulu)