Tragedi Longsor Bandung Barat: 57 Korban Teridentifikasi, Pencarian Enam Warga Hilang Terus Dikebut

Bagikan Artikel

Bandung Barat, BONARINEWS – Upaya pencarian korban longsor di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, terus dikejar waktu. Tim Disaster Victim Identification (DVI) berhasil mengidentifikasi 57 jenazah dari para korban yang ditemukan sejak awal operasi penyelamatan. Seluruh jenazah yang telah teridentifikasi juga telah diserahkan kepada keluarga masing-masing.

Hingga Minggu (1/2) pukul 16.00 WIB, tim SAR gabungan menerima total 74 kantong jenazah untuk proses identifikasi. Dari jumlah tersebut, 17 kantong masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh tim DVI untuk memastikan identitas korban.

Operasi pencarian dilanjutkan kembali pada Senin (2/2) pukul 08.00 WIB. Pengerahan alat berat ditingkatkan untuk memperluas area pencarian, terutama terhadap enam warga yang hingga kini masih dilaporkan hilang. Sedikitnya 18 unit alat berat dikerahkan guna mempercepat proses evakuasi material longsoran yang menimbun permukiman warga.

Cuaca menjadi tantangan utama bagi petugas. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih mengguyur lokasi, membuat medan semakin licin dan berisiko. Meski demikian, semangat tim SAR gabungan yang berjumlah sekitar 3.229 personel tidak surut dalam memastikan seluruh korban dapat ditemukan.

Sementara itu, kondisi pengungsian mulai menunjukkan perubahan. Sebanyak 517 pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing setelah dinilai aman oleh petugas. Adapun 159 jiwa dari 49 kepala keluarga masih bertahan di titik pengungsian akibat rumah mereka rusak atau berada di zona rawan.

Untuk mendukung kebutuhan dasar warga terdampak, BNPB menyalurkan bantuan logistik berupa 200 paket sembako, 200 paket makanan siap saji, 200 matras, 50 paket alat kebersihan, dua toilet portable, satu unit genset, satu pompa alkon, dan 100 selimut. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban para pengungsi hingga kondisi memungkinkan untuk pulang.

Tragedi ini kembali mengingatkan bahwa ancaman hidrometeorologi masih tinggi di berbagai wilayah Indonesia. Upaya mitigasi dan kewaspadaan masyarakat menjadi kunci dalam meminimalkan risiko bencana serupa di masa depan. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *