Papua Selatan, BonariNews.com — Sebuah insiden mengerikan terjadi di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, ketika pesawat Smart Air Aviation menjadi sasaran tembakan orang tidak dikenal (OTK) sesaat setelah mendarat. Informasi awal menyebutkan, pilot dan kopilot pesawat tewas dalam serangan ini, sementara 13 penumpang lain berhasil selamat.
Kemenko Polkam langsung menindaklanjuti laporan tersebut. Kabiro Humas dan Data, Brigjen TNI Inf Honi Havana, menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan verifikasi data dan menunggu informasi lebih rinci dari aparat di lapangan.
Sementara itu, Polri melalui Kadiv Humas Irjen Johnny Edison Isir menyatakan koordinasi sedang dilakukan dengan Polda Papua dan tim Operasi Damai Cartenz 2026 untuk memastikan respon cepat ke lokasi, meski medan geografis yang menantang menjadi kendala. Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito menambahkan, lokasi kejadian berada di bandara tingkat distrik, sehingga koordinasi dengan otoritas lokal sangat penting.
Menurut keterangan Kepala Polres Boven Digoel, AKBP Wisnu Perdana, pesawat tersebut ditembak tepat saat mendarat dari Tanah Merah menuju Korowai. “Benar, pesawat membawa 13 penumpang, pilot dan kopilot dilaporkan meninggal dunia,” jelas Wisnu.
Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan mendalam karena serangan terhadap pesawat sipil di wilayah rawan Papua semakin meningkat, menyoroti tantangan keamanan dan keselamatan transportasi udara di daerah terpencil.
Insiden ini masih dalam penyelidikan pihak berwenang untuk memastikan motif dan mengidentifikasi pelaku. (Redaksi)
