Sri Lestari Samosir Bikin Heboh! Dosen UNIMED Tembus Finalis Lomba BRIDA Medan Berkat Gagasan “Klinik Kebhinekaan”

Bagikan Artikel

Medan, BonariNews.com – Nama Sri Lestari Samosir tengah menjadi sorotan setelah dosen Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan (UNIMED) itu sukses menembus jajaran finalis Lomba Pengabdian Masyarakat yang digelar oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Medan.

Tidak sekadar lolos seleksi, Sri Lestari menarik perhatian juri melalui program inovatif berjudul “Pemajuan Kebudayaan dan Nilai Kebhinekaan melalui Klinik Kebhinekaan sebagai Pusat Edukasi, Kolaborasi, dan Advokasi bagi Masyarakat di Kota Medan.”

Ide tersebut lahir dari kepekaan akademiknya terhadap dinamika keberagaman di kota besar yang multikultural seperti Medan, di mana isu toleransi dan inklusivitas masih membutuhkan ruang edukasi yang kuat.

Klinik Kebhinekaan: Dari Ruang Literasi Menjadi Pusat Gerakan Sosial

Klinik Kebhinekaan yang ia gagas bukan sekadar tempat berbagi informasi budaya. Sri Lestari merancangnya sebagai pusat pembelajaran dialogis lintas komunitas, wadah kolaborasi sosial, hingga ruang advokasi yang mempromosikan nilai-nilai kebangsaan dan keadilan sosial.

Tujuannya jelas: menghadirkan ruang aman yang memperkuat harmoni di tengah keberagaman masyarakat kota.

Libatkan Mahasiswa, Wujudkan Tri Dharma Secara Nyata

Program ini juga melibatkan mahasiswa secara langsung, menjadikannya bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang lebih hidup dan kontekstual.

Melalui pendekatan kolaboratif, Sri Lestari berharap inisiatif tersebut mampu memberikan dampak nyata, membangun kesadaran kebhinekaan, sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam menjaga harmoni sosial.

Dengan raihan sebagai finalis, Sri Lestari menunjukkan, inovasi sosial berbasis pendidikan mampu menjadi motor perubahan yang relevan di tengah tantangan keberagaman saat ini. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *