MEDAN, BONARINEWS.COM — Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum mulai membangun Sekolah Rakyat tahap II di 104 lokasi yang tersebar di 102 kabupaten dan kota pada 32 provinsi. Pembangunan tahap lanjutan ini resmi dimulai pada 12 Januari 2026 dan menjadi bagian dari upaya negara memperluas akses pendidikan yang layak bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem.
Sekolah Rakyat dirancang sebagai fasilitas pendidikan terpadu dengan sarana yang lengkap. Selain ruang kelas, sekolah ini dilengkapi laboratorium, perpustakaan, asrama bagi peserta didik, sarana olahraga, hingga ruang terbuka hijau. Konsep tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang siswa secara menyeluruh.
Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan seluruh pembangunan Sekolah Rakyat tahap II rampung pada Juni 2026. Dengan demikian, fasilitas pendidikan ini dapat mulai dimanfaatkan pada tahun ajaran baru. Kehadiran sekolah-sekolah ini di berbagai daerah juga diharapkan dapat menjangkau wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas.
Program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mengatasi persoalan kemiskinan melalui jalur pendidikan. Dengan menyediakan fasilitas belajar yang memadai dan terjangkau, pemerintah berharap anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi dan meningkatkan kualitas hidup di masa depan.
Pembangunan Sekolah Rakyat ini sekaligus mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjalankan agenda pembangunan nasional yang berorientasi pada dampak langsung bagi masyarakat. Melalui sektor pendidikan, pemerintah menegaskan kehadirannya untuk memastikan setiap warga negara memperoleh hak dasar atas pendidikan yang layak dan berkeadilan. (Redaksi)
