
SIKKA, BONARINEWS.COM – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap dua nelayan asal Desa Paga, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, yang sempat dilaporkan hilang selama beberapa hari di perairan selatan Flores, diusulkan untuk ditutup setelah kedua korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.
Sejak awal laporan kehilangan diterima, Sat Polairud Polres Sikka secara aktif membangun komunikasi dan koordinasi informasi dengan berbagai pihak, baik di wilayah pesisir Kabupaten Sikka maupun lintas daerah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap perkembangan di lapangan dapat terpantau dan ditindaklanjuti secara cepat serta terkoordinasi.

Dalam proses tersebut, Kanit Gakkum Sat Polairud Polres Sikka berperan sebagai salah satu penghubung komunikasi yang secara intens menjalin koordinasi hingga diperoleh kepastian mengenai keberadaan dua nelayan yang dilaporkan hilang. Selain komunikasi antar lembaga, Sat Polairud Polres Sikka juga melakukan koordinasi langsung melalui sambungan video call dengan kedua nelayan setelah keduanya ditemukan, guna memastikan kondisi fisik, lokasi keberadaan, serta kesiapan proses penanganan lanjutan.
Kedua nelayan tersebut, Anwar Mahmud (35) dan Norisius Sapa (31), diketahui berangkat melaut pada Sabtu, 25 Januari 2026, sekitar pukul 15.00 WITA. Keduanya menuju rumpon yang berjarak kurang lebih lima mil dari bibir pantai menggunakan perahu nelayan bermesin 35 PK.
Informasi yang diterima Sat Polairud Polres Sikka menyebutkan bahwa kedua nelayan ditemukan terdampar bersama perahunya di perairan Desa Kiraman, Kecamatan Alor Selatan, Kabupaten Alor, dalam kondisi selamat. Kabar tersebut disampaikan oleh saksi Kepala Desa Kiraman, Yoyarit Maleimakuni, serta Kapospol Padang Alang Polres Alor, Bripka Suharwin, kepada pihak Sat Polairud Polres Sikka.
Setelah ditemukan, kedua korban terlebih dahulu dievakuasi oleh masyarakat setempat ke Kantor Desa Kiraman. Proses tersebut dikoordinasikan bersama aparat setempat sebelum dilakukan langkah penanganan lanjutan.
Selanjutnya, dilakukan koordinasi lintas daerah antara Pemerintah Kabupaten Alor dan Pemerintah Kabupaten Sikka, termasuk Sat Polairud Polres Sikka. Di wilayah asal korban, koordinasi juga melibatkan Kanit Intel Polsek Paga, guna mendukung proses penanganan dan pemulangan.
Sat Polairud Polres Sikka juga melakukan komunikasi lanjutan dengan kedua nelayan terkait rencana pemulangan ke Desa Paga, baik melalui jalur darat maupun laut, termasuk penanganan terhadap perahu yang digunakan saat melaut.
Selama proses pencarian hingga ditemukannya korban, sejumlah unsur terlibat secara bersama-sama, antara lain Sat Polairud Polres Sikka, Polsek Paga, Ditpolairud Polda NTT, Brimob, TNI AL, Kodim 1603/Sikka, BPBD Sikka, Kantor SAR Maumere, serta dukungan keluarga dan masyarakat setempat.
Operasi di lapangan juga dihadapkan pada kondisi cuaca yang berubah-ubah, dengan kecepatan angin berkisar antara 10–20 knot dan tinggi gelombang 0,75 hingga 1,6 meter. Meski demikian, koordinasi dan pertukaran informasi yang berjalan dengan baik memungkinkan seluruh proses pencarian berlangsung secara terarah.
Berdasarkan keterangan korban, perahu yang digunakan mengalami kerusakan pada baling-baling saat berada di rumpon, sehingga keduanya hanyut mengikuti arus laut hingga akhirnya tiba di wilayah Kabupaten Alor. Selama berada di laut, kedua nelayan bertahan hidup dengan memanfaatkan air hujan sebagai sumber minum.
Terkait kondisi korban pascapenemuan, pada Minggu, 1 Februari 2026, Sat Polairud Polres Sikka menerima informasi bahwa kedua nelayan telah dijemput oleh Paguyuban Maumere bersama Dinas Sosial Kabupaten Alor. Selanjutnya, keduanya dibawa menuju Kalabahi untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di RSU Kalabahi, sebelum beristirahat di penginapan yang difasilitasi oleh Paguyuban Maumere.
Dengan ditemukannya kedua nelayan dalam keadaan selamat, Sat Polairud Polres Sikka menegaskan komitmennya untuk terus menjaga komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak sebagai bagian dari upaya pelayanan serta mendukung proses pemulangan kedua nelayan ke daerah asal.
Penulis : Faidin
