Bonarinews.com, Semau —
Sore di Stadion Semau berubah jadi pesta sorak-sorai, Jumat (24/10/2025). SALOKA FC dari Maumere tampil trengginas dan berhasil mengunci tiket ke babak 8 besar Lazarus Laiskodat Memorial Cup (LLMC) II usai menumbangkan Perseken FC asal Alor dengan skor meyakinkan 2-0.
Sejak peluit kick-off pukul 14.30 WITA, tensi laga langsung meninggi. Kedua tim tampil ngotot demi satu tujuan: tiket perempat final. Namun, SALOKA FC menunjukkan kematangan permainan yang lebih terstruktur dan bermental baja.
Gol pertama datang di babak pertama lewat kaki Yosep Gule Puka. Pemain bernomor punggung 3 itu melepaskan sepakan keras dari jarak 16 meter yang menghujam gawang Perseken tanpa ampun. Sorak gemuruh penonton pun membahana, menjadi suntikan semangat bagi anak asuh Firman Baco.
Memasuki babak kedua, SALOKA FC semakin dominan. Gaya permainan cepat dan disiplin mereka membuat Perseken FC kehilangan arah. Hingga akhirnya, Zulkarnain Narang — sang gondrong bernomor 18 — menuntaskan peluang manis di menit ke-53. Gol keduanya membuat laga seolah berakhir sebelum waktunya.
Namun, euforia tak hanya bergema di Semau. Dari Maumere hingga pelosok Sikka, ribuan pasang mata menyaksikan laga ini lewat siaran langsung di Facebook. Ketika gol kedua tercipta, sorak kemenangan terdengar dari layar-layar ponsel, menjelma jadi simbol kebanggaan warga Sikka.
Bagi SALOKA FC, kemenangan ini bukan sekadar skor. Tahun lalu mereka harus menelan pil pahit tersingkir di semifinal lewat adu penalti. Kini, mereka kembali dengan semangat baru, membayar lunas luka lama dengan performa yang matang dan penuh percaya diri.
“Ini bukan sekadar kemenangan. Ini bukti bahwa kami belajar dari masa lalu,” ungkap salah satu pemain dengan nada haru selepas pertandingan.
Dengan hasil ini, SALOKA FC resmi melangkah ke babak 8 besar LLMC II, sekaligus menegaskan diri sebagai salah satu kekuatan sepakbola paling berbahaya dari Kabupaten Sikka.
Di bawah mentari sore Semau, kemenangan ini terasa lebih dari sekadar hasil pertandingan — ia adalah kisah kebangkitan, harga diri, dan semangat juang yang tak pernah padam dari tanah Maumere. (Faidin)
