BONARINEWS.COM, Medan – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan, Robi Barus, menegaskan penolakannya terhadap wacana pemilihan kepala daerah melalui jalur DPRD. Menurutnya, mekanisme pilkada tak langsung akan mencederai semangat reformasi yang menegaskan hak rakyat menentukan pemimpinnya secara langsung.
“Demokrasi kita ini milik semua. Negara ini dibangun untuk semua, bukan untuk kaum elit saja,” ujar Robi, Jumat (9/1/2026).
Robi menjelaskan, PDI Perjuangan tetap konsisten memperjuangkan kedaulatan rakyat. Ia juga menekankan, Ibu Megawati Sukarnoputri secara tegas menolak ide pilkada tak langsung.
Wacana pilkada melalui DPRD saat ini didukung oleh beberapa partai, seperti Golkar, Gerindra, PKB, Nasdem, dan Demokrat. Sementara PDI Perjuangan menjadi satu-satunya partai yang menentang mekanisme tersebut.
Robi menambahkan, alih-alih mempersempit demokrasi, pemerintah dan penyelenggara pemilu seharusnya fokus pada perbaikan tata kelola, pengawasan partisipatif, serta peningkatan kredibilitas pemilu. Menurutnya, semakin tinggi keterlibatan publik, demokrasi akan semakin kuat dan inklusif.
“Pemilu sebagai ajang pesta demokrasi harus dinikmati masyarakat. Rakyat berhak menentukan pilihannya, dan saya optimis masyarakat semakin cerdas dan tidak mudah larut dalam politik uang,” kata Robi.
Ia juga menekankan pentingnya independensi, transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme penyelenggara pemilu. “Bukannya malah mempersempit sistem demokrasi. Jika kekuasaan hanya berada di segelintir elit, rakyat dan pejabat akan semakin berjarak,” pungkasnya. (Redaksi)