Rioni Narvatilova: Mengalir Bersama Arus, Menginspirasi dengan Keberanian

Bagikan Artikel

Bonarinews.com, MEDAN – Di balik derasnya arus sungai yang menggulung, ada satu sosok perempuan yang menjadikannya sebagai sahabat sekaligus guru kehidupan. Namanya Trioni Narvatilova, atau akrab disapa Onik, seorang atlet arung jeram asal Medan yang mengajarkan arti keberanian, ketenangan, dan semangat pantang menyerah bagi generasi muda masa kini.

Kisah Onik bukan sekadar cerita tentang prestasi, tetapi tentang perjalanan menemukan kekuatan diri. Ia tidak lahir dari latar belakang olahraga ekstrem. Bahkan, di awal perjalanannya, Onik mengaku sama sekali tidak bisa berenang. Namun, siapa sangka dari ketidaktahuan itu lahir keberanian besar untuk menantang arus sungai yang tak kenal ampun.

“Waktu pertama kali jatuh ke sungai, saya sadar bukan kemampuan berenang yang paling penting, tapi bagaimana mengendalikan diri. Kalau panik, justru itu yang berbahaya,” kenangnya sambil tersenyum.

Perkenalannya dengan arung jeram bermula dari kegiatan kampus di Universitas Sumatera Utara. Awalnya hanya ingin mencoba hal baru, Onik justru jatuh cinta pada olahraga air yang memadukan kekuatan fisik, strategi, dan kerja sama tim ini. Setiap tetes keringat di latihan menjadi bukti tekadnya, dan setiap arus deras yang dilalui menjadi pelajaran berharga tentang hidup.

Bagi Onik, sungai adalah cermin kehidupan. Ada masa tenang, ada masa deras, dan di antara keduanya manusia belajar untuk beradaptasi. “Arus itu seperti hidup. Kita nggak bisa melawannya, tapi bisa belajar menyesuaikan diri,” ujarnya bijak.

Keberanian dan ketenangan inilah yang akhirnya membawa Onik menembus berbagai ajang kompetisi arung jeram nasional. Ia tidak hanya mengharumkan nama Sumatera Utara, tetapi juga membuktikan bahwa perempuan mampu berdiri tegak di medan yang penuh risiko dan dominan laki-laki.

Kini, Onik terus aktif di komunitas arung jeram Medan. Ia melatih dan memotivasi anak-anak muda agar berani menantang batas diri. Lewat ceritanya, ia ingin menunjukkan bahwa keberanian bukan berarti tanpa rasa takut, melainkan melangkah meski rasa takut itu masih ada.

“Arung jeram mengajarkan saya untuk percaya pada diri sendiri dan tim. Di tengah derasnya arus, satu-satunya cara untuk tetap selamat adalah bekerja sama dan tetap tenang,” tuturnya.

Semangat Trioni Narvatilova menjadi simbol bagi banyak generasi muda: bahwa keberhasilan tidak datang dari bakat semata, tetapi dari kemauan untuk terus belajar, bertahan, dan percaya pada proses. Seperti air yang tak pernah berhenti mengalir, Onik terus menebarkan inspirasi — mengajak anak muda Sumatera Utara untuk berani menghadapi arus kehidupan dengan hati yang teguh dan pikiran yang jernih. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *