Bonarinews.com | MEDAN – Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan ambisinya membawa Medan menjadi simbol kemajuan nasional melalui arah pembangunan yang terukur dan agresif. Hal itu disampaikan saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kota Medan Tahun 2027, Selasa 31 Maret 2026.
Dalam forum strategis tersebut, Rico menekankan bahwa Medan tidak boleh lagi berjalan di tempat. Sebagai kota terbesar di wilayah barat Indonesia yang memiliki posisi strategis dekat dengan negara tetangga, Medan dinilai harus mampu bertransformasi menjadi kota modern, maju, dan berdaya saing.
Ia memaparkan empat fokus utama pembangunan ke depan. Pertama, penguatan ekonomi kerakyatan dengan mendorong UMKM dan revitalisasi pasar tradisional agar pertumbuhan ekonomi lebih merata. Kedua, pemerataan pembangunan infrastruktur, terutama di wilayah Medan bagian utara yang selama ini dinilai belum optimal.
Ketiga, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan sektor pendidikan dan kesehatan sebagai kunci keluar dari kemiskinan. Keempat, reformasi birokrasi dan pelayanan publik berbasis digital agar lebih cepat, transparan, dan profesional.
Rico juga memasang target indikator makro yang cukup ambisius untuk tahun 2027. Pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai kisaran 5,7 hingga 6,1 persen. Angka kemiskinan ditekan menjadi 6,0 hingga 6,5 persen. Indeks Pembangunan Manusia ditargetkan menembus 86,2 hingga 86,6, serta inflasi dijaga di angka 1,1 hingga 2,5 persen.
Selain itu, ia menjamin kemudahan investasi di Kota Medan dengan memangkas birokrasi yang berbelit. Ia juga menegaskan tidak akan mentolerir pihak yang menghambat masuknya investasi.
Di sektor pelayanan publik, Pemko Medan berencana melakukan pembangunan ulang dan revitalisasi puskesmas serta memperkuat program Universal Health Coverage agar seluruh masyarakat mendapat akses layanan kesehatan.
Sementara dari sisi keamanan, Rico menyebut saat ini telah terbentuk 1.945 pos kamling dari total sekitar 2.001 lingkungan. Ia menekankan pentingnya memastikan seluruh pos kamling tersebut aktif dan berjalan efektif.
Di sisi lain, Kepala Bappeda Kota Medan, Ferri Ichsan, menjelaskan Musrenbang tahun ini diawali dengan diskusi tematik lintas sektor. Pembahasan mencakup isu strategis seperti pendidikan, kesehatan, kemiskinan, investasi, UMKM, banjir, persampahan, transportasi hingga pariwisata.
Melalui perencanaan ini, Pemko Medan berharap setiap program pembangunan benar-benar tepat sasaran, efisien, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.