MEDAN, BONARINEWS.COM — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Medan untuk memperkuat kurasi usaha dan meningkatkan ketangguhan pengusaha perempuan agar mampu bertahan dan bersaing di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.
Hal tersebut disampaikan Rico Waas saat menerima audiensi jajaran pengurus IWAPI Medan di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Senin (19/1/2026). Pertemuan itu menjadi ruang dialog strategis untuk memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Kota Medan dan IWAPI dalam meningkatkan daya saing pelaku usaha perempuan.
Dalam audiensi tersebut, pengurus IWAPI memamerkan sejumlah produk UMKM, mulai dari miniatur furnitur, tas berbahan kulit dan kain, hingga kain songket. Produk-produk itu ditampilkan sebagai gambaran kreativitas sekaligus potensi usaha anggota IWAPI di Kota Medan.
Rico Waas menilai kondisi ekonomi yang terus berfluktuasi menuntut pelaku usaha memiliki kemampuan beradaptasi dan bertahan. Ia menyinggung pengalaman pandemi sebagai pelajaran penting tentang arti kolaborasi dan daya tahan usaha.
Menurutnya, mendorong lahirnya banyak pengusaha memang penting, namun tanpa kurasi yang baik dan ukuran ketangguhan yang jelas, usaha baru justru berisiko tidak berkelanjutan. Karena itu, pengusaha perempuan perlu dibekali keterampilan manajerial dan strategi bisnis agar mampu berkembang dalam jangka panjang.
Rico Waas juga menyoroti potensi UMKM di Medan yang dinilai cukup besar, namun masih membutuhkan penguatan dari sisi kualitas produk, permodalan, perencanaan usaha, serta kurasi agar dapat naik kelas. Ia menekankan pentingnya data yang akurat mengenai jenis usaha, sebaran wilayah, keunikan produk, hingga kondisi permodalan sebagai dasar penyusunan kebijakan yang tepat sasaran.
Ia mendorong IWAPI Medan untuk menyampaikan data komprehensif usaha para anggotanya. Pemerintah Kota Medan, kata dia, siap menyiapkan kurator bagi pelaku kriya, fesyen, perajin sepatu, hingga industri kreatif lainnya agar produk lokal memiliki identitas yang kuat dan daya saing yang lebih luas.
Selain sektor kriya dan fesyen, Rico Waas juga menaruh perhatian pada potensi kuliner Kota Medan. Ia berharap IWAPI dapat berperan aktif mempromosikan Medan sebagai kota kuliner unggulan di tingkat nasional, seiring dengan pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Audiensi tersebut dihadiri Plt Ketua DPC IWAPI Kota Medan Liana Dwi Sri Hastuti, Wakil Ketua Bidang Keorganisasian Yoshida Sary, Wakil Ketua Bidang Pariwisata, Budaya, dan Ekonomi Kreatif Moudy Respati, serta sejumlah ketua dewan pengurus ranting IWAPI. Turut mendampingi Wali Kota Medan, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Medan Citra Effendi Capah, Kepala Bappeda Ferry Ichsan, Kepala Dinas Pariwisata M. Odi Anggia Batubara, dan Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan Ramadhan.
Sementara itu, Liana Dwi Sri Hastuti menjelaskan IWAPI Kota Medan saat ini memiliki sekitar 300 anggota aktif yang seluruhnya telah memiliki Nomor Induk Berusaha dan bergerak di berbagai sektor barang dan jasa. Secara keseluruhan, IWAPI membina sekitar 700 pelaku UMKM yang tersebar di 21 kecamatan.
Ia juga menyampaikan rencana peringatan HUT ke-51 IWAPI yang akan digelar pada 10 Februari 2026 dan dirangkai dengan Rapat Kerja Cabang. Kegiatan tersebut akan diisi berbagai agenda, termasuk lomba coding sebagai bagian dari penguatan digitalisasi UMKM, yang direncanakan berlangsung di kawasan Warenhuis.
Rico Waas menyatakan dukungannya terhadap rencana tersebut dan mempersilakan IWAPI untuk berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait agar kegiatan dapat berjalan optimal. (Redaksi)
