BONARINEWS, SUMATERA — Pemerintah pusat terus menekan pedal pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang melanda Sumatra Utara jelang akhir November lalu. Fokus utama diarahkan pada sektor hunian, menyusul masih ribuan warga yang kehilangan tempat tinggal. Hingga Rabu, 14 Januari, lebih dari 800 unit hunian sementara tercatat tengah dikerjakan di berbagai wilayah terdampak.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana menunjukkan, total 1.077 unit hunian sementara diajukan oleh pemerintah kabupaten dan kota. Dari jumlah itu, 865 unit masih dalam proses pembangunan. Sementara hunian yang benar-benar siap ditempati baru mencapai 27 unit, masing-masing 15 unit di Kabupaten Tapanuli Selatan dan 12 unit di Tapanuli Utara.
Selain pembangunan hunian sementara, pemerintah juga menyalurkan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih skema bantuan tunai. Jumlah penerima mencapai 3.489 kepala keluarga. Dari angka tersebut, 3.251 rekening telah disiapkan untuk penyaluran bantuan. Hingga Selasa, 13 Januari, dana tunggu hunian telah diterima oleh 1.141 kepala keluarga. Setiap keluarga memperoleh Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan.
Bantuan hunian sementara dan dana tunggu hunian diprioritaskan bagi keluarga yang rumahnya mengalami rusak berat. Mereka nantinya akan dipindahkan ke hunian tetap setelah proses pembangunan rampung. Pemerintah berharap skema ini dapat mempercepat pemulihan kehidupan warga terdampak.
Di saat bersamaan, pembangunan hunian tetap juga berjalan. Hingga 14 Januari, pemerintah daerah mengusulkan 3.460 unit hunian tetap. Dari jumlah tersebut, 648 unit telah masuk tahap pembangunan di berbagai lokasi terdampak bencana.
BNPB juga merilis perkembangan terbaru dampak banjir dan longsor yang dipicu fenomena siklon tropis Senyar. Hingga kini, jumlah korban jiwa belum berubah, dengan 264 orang meninggal dunia, 72 orang dinyatakan hilang, dan 10.854 warga masih mengungsi.
Sebanyak 14 kabupaten dan kota di Sumatra Utara masih berada dalam status transisi darurat ke pemulihan. Wilayah tersebut meliputi Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Kota Sibolga, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Nias Selatan, Padang Sidempuan, Mandailing Natal, Langkat, Deli Serdang, Batubara, Medan, dan Binjai. Sementara dua daerah lainnya telah mengakhiri status tanggap darurat.
Dengan kondisi tersebut, distribusi bantuan pangan dan nonpangan terus dilakukan dari Pos Logistik Kualanamu. Bantuan tidak hanya disalurkan ke berbagai wilayah di Sumatra Utara, tetapi juga menjangkau Provinsi Aceh. Pada Selasa, 13 Januari, BNPB menyalurkan 1,3 ton bantuan melalui jalur udara dan 27,02 ton melalui jalur darat.
Sejak pos logistik diaktifkan, total bantuan yang telah disalurkan mencapai 2.781,56 ton dari total bantuan masuk sebesar 3.023,60 ton. Artinya, hampir 92 persen bantuan telah tersalurkan ke wilayah terdampak. Pemerintah memastikan distribusi akan terus dipercepat hingga seluruh kebutuhan dasar warga terpenuhi dan pemulihan berjalan menyeluruh. (Lindung)