MEDAN, BonariNews.com — Upaya Pemerintah Sumatera Utara untuk mencapai target zero pengungsi pascabencana memasuki tahap krusial. Ribuan hunian sementara (Huntara) yang dibangun untuk warga terdampak di wilayah Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan dilaporkan hampir rampung dan siap dihuni.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Basarin Yunus Tanjung menyampaikan dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Rabu (25/2/2026), bahwa sebanyak 1.427 unit Huntara kini sedang dikebut pembangunannya di berbagai lokasi.
Saat ini tercatat masih ada 909 kepala keluarga atau 3.506 jiwa yang bertahan di lokasi pengungsian, menunggu proses pembangunan Huntara dan hunian tetap (Huntap).
Sejumlah Huntara sebelumnya sudah dihuni warga, seperti di Lapangan Bola Simarpinggan (186 unit), Dusun Aek Latong–Marsada (118 unit), Adiankoting (40 unit), Asrama Haji Pinangsori (52 unit), Lahan Balerong Pasar Tukka (12 unit), dan Rusunawa Pandan (90 unit). Titik lain kini memasuki tahap akhir penyelesaian.
Menurut Basarin, seluruh unit Huntara ditargetkan selesai sebelum Hari Raya Idulfitri sehingga para pengungsi dapat segera meninggalkan tenda-tenda darurat.
Selain pembangunan Huntara, Pemprov Sumut juga memberikan bantuan pengganti sewa rumah kepada 313 kepala keluarga. Bantuan ini menjadi solusi sementara hingga hunian tetap selesai dibangun. Skema tersebut dilanjutkan dengan dana tunggu hunian dari BNPB selama tiga bulan.
Warga yang sementara menempati Huntara akan dipindahkan ke Huntap setelah proses konstruksi hunian permanen rampung.
Pemprov Sumut juga telah merampungkan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) dengan estimasi kebutuhan anggaran mencapai Rp30,5 triliun untuk pelaksanaan pada 2026–2028.
Di sisi lain, proses pencarian korban yang masih dinyatakan hilang terus dilakukan secara terbatas. Basarin menyebutkan total korban meninggal dunia kini berjumlah 376 orang, sementara 40 warga lainnya masih belum ditemukan. (Redaksi)
