TOBA, BonariNews.com — Aksi balap liar kembali meresahkan warga di Kabupaten Toba. Beruntung, aduan masyarakat yang masuk pada Kamis dini hari langsung ditanggapi cepat oleh Satlantas Polres Toba. Dalam hitungan menit, petugas turun ke lokasi dan berhasil mengamankan dua unit sepeda motor yang hendak digunakan untuk aksi berbahaya tersebut.
Aduan itu menyebut adanya kerumunan anak muda yang bersiap menggelar balap liar di Jalan Arteri Medan–Porsea, Desa Silamosik, Kecamatan Porsea, sekitar pukul 02.00 hingga 03.00 WIB. Mendengar laporan itu, Kasat Lantas Polres Toba, Iptu Janitra Giri Satya langsung memimpin patroli gabungan menuju lokasi.
Setibanya di tempat kejadian, petugas menemukan motor-motor yang telah dimodifikasi untuk balapan, termasuk penggunaan knalpot brong yang sejak lama menjadi keluhan warga. Kebisingan dari knalpot tersebut bukan hanya mencederai kenyamanan lingkungan, tetapi juga dianggap sangat mengganggu masyarakat yang sedang menjalankan ibadah Ramadan.
Giri menegaskan, penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis merupakan pelanggaran hukum dan dapat ditindak tegas. Ia juga mengingatkan bahwa balap liar membawa risiko tinggi, mulai dari kecelakaan tunggal hingga jatuhnya korban jiwa.
Dalam imbauannya, Giri meminta para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang sering keluar malam. Ia tidak ingin ada generasi muda yang terjerumus dalam aktivitas berbahaya, apalagi di bulan Ramadan yang seharusnya menjadi momen memperbanyak ibadah dan menjaga ketenangan lingkungan.

Satlantas Polres Toba memastikan patroli rutin akan terus dilakukan di titik-titik rawan balap liar. Selain menjaga keselamatan pengguna jalan, langkah ini juga bertujuan mencegah aksi serupa kembali terjadi dan memastikan masyarakat dapat menjalankan puasa dengan nyaman.
Melalui operasi rutin ini, Polres Toba berharap warga semakin sadar pentingnya keamanan dan ketertiban di jalan raya. Motor pun diimbau untuk tetap menggunakan knalpot standar serta mematuhi aturan demi keselamatan bersama. (Redaksi)
