Pulih Pelan-Pelan, Sejumlah Desa di Sumut Masih Terisolasi Pascabanjir dan Longsor

Bagikan Artikel

BONARINEWS.COM, Sumatra Utara – Beberapa desa di Sumatra Utara masih sulit diakses pascabanjir dan tanah longsor. Pemerintah pusat dan daerah terus bekerja keras memperbaiki jalan dan jembatan agar warga bisa kembali beraktivitas normal.

Di Kabupaten Tapanuli Utara, beberapa desa seperti Siantar Naipospos, Manalu Purba, Batuarimo, dan Dolok kini hanya bisa dilewati kendaraan roda dua. Jalur untuk mobil masih terbatas, terutama di dusun Laktosan-Lobu Haminjon menuju batas Tapanuli Tengah. Sementara tiga desa lain bisa dicapai kendaraan roda empat melalui rute alternatif dari Tapanuli Tengah.

Di Kecamatan Parmonangan, desa-desa seperti Pertengahan, Hutatua, dan Hutajulu Parbalik hanya bisa dilewati kendaraan trail roda dua. Jalur perbatasan Tapanuli Utara-Tapanuli Tengah di Desa Simaninggir masih putus, namun jalan nasional Tarutung-Sibolga dapat dilalui lewat jalur Rampa dengan sistem buka-tutup. Perbaikan di jalan alternatif Rampa dilaporkan sudah mencapai 80 persen.

Di Kabupaten Tapanuli Selatan, akses dari Tapanuli Utara masih dalam proses pembersihan, sementara jalur menuju Tapanuli Tengah tetap terputus karena jembatan rusak. Beberapa rute, seperti dari Mandailing Natal atau Padang Sidempuan, sudah dapat dilalui kendaraan, meski sebagian masih dibersihkan dari material longsor.

Kabupaten Langkat dan Humbang Hasundutan menunjukkan progres serupa. Jalan nasional dan provinsi di Humbang Hasundutan sudah dapat dilewati, tapi jalan kabupaten seperti Sibolga-Batu Nagodang-Pulogodang masih dalam perbaikan sepanjang 3,5 km. Di Langkat, jembatan darurat Aramco difungsikan, sementara perbaikan jembatan kabupaten masih berjalan.

Kota Sibolga menjadi salah satu titik kritis. Jalan Sibolga-Tarutung di Hutabarangan Km 6,5 masih tertutup material longsor, sedangkan Jalan Sudirman Km 3 terganggu amblas tanah.

Di Mandailing Natal, sebagian jalan kabupaten putus sepanjang ± 200 meter akibat longsor. Pemerintah setempat membuat jalan alternatif untuk kendaraan roda dua. Tiga jembatan gantung, yakni Simpang Duhu Dolok, Sipogu, dan Pagaran Sigala-gala, masih belum bisa dilalui.

Meski begitu, upaya perbaikan terus dilakukan. Pendekatan buka-tutup jalan, pembangunan jembatan sementara, dan pembersihan material longsor diharapkan membuat warga bisa kembali beraktivitas dengan lebih aman dalam beberapa hari ke depan. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *