Jakarta, BonariNews.com – Presiden Prabowo Subianto mengundang mantan menteri, wakil menteri luar negeri, akademisi hubungan internasional, serta pimpinan Komisi I DPR untuk berdiskusi mengenai situasi politik luar negeri Indonesia. Pertemuan berlangsung di Istana Merdeka, Rabu, 4 Februari 2026.
Dalam diskusi itu, Presiden Prabowo menjelaskan langkah-langkah diplomasi yang dilakukan pemerintah, sekaligus mendengarkan masukan dan menjawab pertanyaan para tokoh yang hadir.
Presiden menegaskan, setiap kebijakan luar negeri diarahkan untuk menghasilkan manfaat nyata bagi Indonesia. Beberapa pencapaian penting dalam setahun terakhir antara lain:
* Bergabung dengan BRICS, forum ekonomi global yang melibatkan Brasil, Rusia, India, dan Tiongkok.
* Menetapkan tarif dagang 0 persen untuk 27 negara Uni Eropa.
* Menjalin kesepakatan pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi, menyediakan fasilitas khusus bagi jemaah haji Indonesia.
* Ikut menandatangani perjanjian perdamaian Palestina yang diinisiasi Amerika Serikat, yang berdampak menurunnya konflik dan jumlah korban.
* Serta berbagai hasil konkret lainnya yang mendukung kepentingan nasional.
Terkait keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace, Presiden menjelaskan beberapa hal:
* Keanggotaan bersifat fleksibel; Indonesia dapat menarik diri kapan saja.
* Dana sebesar 1 miliar dolar AS diperuntukkan untuk rekonstruksi Gaza dan bersifat sukarela.
* Indonesia kini tergabung dengan tujuh negara mayoritas Muslim lainnya, termasuk Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Pakistan.
* Negara anggota bisa memilih menjadi anggota tetap dengan kontribusi dana, atau tetap menjadi anggota selama tiga tahun tanpa membayar. Saat ini Indonesia belum melakukan pembayaran.
* Partisipasi Indonesia bertujuan memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi konflik di Palestina, bukan sekadar hadir dalam konferensi atau pertemuan resmi.
Pertemuan ini menegaskan arah diplomasi Indonesia yang menekankan aksi nyata dan keterlibatan langsung dalam isu global. (Redaksi)
