PPG Bukan Sekadar Sertifikat, Guru Agama Katolik Ditantang Hadirkan Pembelajaran Berdampak di Sikka

Bagikan Artikel

SIKKA, BONARINEWS.COM – Sertifikat Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang diterima 13 guru agama Katolik di Kabupaten Sikka bukan sekadar dokumen administratif. Sertifikat ini menjadi simbol tanggung jawab untuk menghadirkan pembelajaran agama yang hidup, relevan, dan berdampak nyata bagi pembentukan karakter peserta didik.

Penyerahan sertifikat oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka, Senin (19/1/2026), menegaskan bahwa profesionalisme guru tidak berhenti pada kelulusan program, melainkan dimulai dari penerapan nyata di ruang kelas dan lingkungan sekolah.

Kepala Kantor Kemenag Sikka, Yosef Rangga Kapodo, mengatakan sertifikasi PPG harus diterjemahkan ke dalam praktik pembelajaran yang bermakna. Guru agama memiliki peran strategis dalam membentuk kepribadian, iman, dan sikap moderat peserta didik di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

“PPG bukan tujuan akhir. Sertifikat ini harus melahirkan pembelajaran yang berdampak, yang menyentuh cara berpikir, bersikap, dan bertindak peserta didik dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Melalui PPG, guru dibekali kemampuan pedagogik dan profesional untuk merancang pembelajaran yang terukur, kreatif, dan kontekstual. Mereka dituntut tidak hanya menyampaikan ajaran iman, tetapi juga menanamkan nilai kemanusiaan, toleransi, dan moderasi beragama secara berkelanjutan.

Yosef menekankan, guru agama yang tersertifikasi diharapkan menjadi teladan moral di sekolah dan masyarakat. Peran mereka bukan sekadar mengajar, tetapi membangun relasi humanis dan menjadi agen perubahan di dunia pendidikan.

PPG juga menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama menghadirkan layanan pendidikan agama yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada dampak. Guru yang kompeten diyakini mampu menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat karakter generasi muda.

Dengan penguatan kompetensi guru agama Katolik ini, Kemenag Sikka menegaskan komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan agama, agar tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menumbuhkan iman, integritas, dan nilai kemanusiaan di Bumi Nian Tana Sikka. (Faidin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *