Postingan Ephorus HKBP Soal Bencana Tapanuli Ramai Disorot, Pameran Foto Jadi Ruang Duka dan Harapan

Bagikan Artikel

TARUTUNG, Bonarinews.com — Sebuah unggahan reflektif dari pimpinan tertinggi gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) menarik perhatian warganet pada Sabtu (7/3/2026). Dalam status yang dipublikasikan di akun Facebook pribadinya, Victor Tinambunan menuliskan pesan mendalam tentang 100 hari setelah bencana ekologis yang melanda kawasan Tapanuli.

Tulisan tersebut menggambarkan bagaimana peristiwa itu kini dikenang melalui sebuah pameran foto yang menyimpan banyak cerita dari para saksi mata. Ribuan gambar yang mendokumentasikan dampak bencana dikumpulkan dari berbagai pihak, lalu diseleksi secara khusus oleh Kurator Foto, Arbein Rambe untuk ditampilkan kepada publik.

Pameran tersebut digelar di Huta Art Space, sebuah ruang seni milik pasangan Tigor Siahaan dan Vera Hutauruk. Di tempat inilah berbagai potret tentang kerusakan alam, kesedihan warga, hingga kekuatan masyarakat untuk bangkit kembali dipamerkan.

Dalam tulisannya, Ephorus HKBP Pdt Dr Victor Tinambunan menegaskan, pameran itu tidak sekadar menampilkan gambar, tetapi juga menjadi ruang refleksi bersama. Para penyintas turut hadir dan berbagi kisah tentang pengalaman mereka saat menghadapi bencana—mulai dari rasa kehilangan, perjuangan untuk bertahan, hingga harapan yang perlahan tumbuh kembali.

Acara tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh gereja, pemerintah, serta organisasi masyarakat. Di antaranya Wakil Bupati Tapanuli Utara, Denny Lumbantoruan, bersama sejumlah pimpinan gereja seperti Pdt Nelson Siregar, Praeses Donald Sianturi, dan Praeses Wisno Sihombing.

Selain itu, hadir pula perwakilan berbagai organisasi seperti KN LWF, UEM, Sekber GOKESU, KSPPM Parapat, AMAN TANO BATAK, serta dosen dan mahasiswa dari Institut Agama Kristen Negeri Tarutung.

Menariknya, unggahan tersebut langsung mendapat respons hangat dari warganet. Dalam waktu singkat, sekitar 50 lebih emotikon reaksi muncul di kolom respons, menandakan perhatian dan empati publik terhadap pesan yang disampaikan.

Pameran foto ini dijadwalkan berlangsung selama satu bulan ke depan. Melalui unggahannya, Ephorus HKBP mengundang masyarakat untuk datang dan menyaksikan langsung pameran tersebut.

Ia berharap kehadiran publik bukan hanya untuk melihat foto-foto yang dipajang, tetapi juga untuk bersama-sama mengingat peristiwa tersebut, merenungkannya, dan memperkuat komitmen merawat alam sebagai bagian dari ciptaan Tuhan. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *