PON Namandoi Gelar Pertemuan Mendesak, Bahas Ancaman Musim Barat dan Upaya Selamatkan Lapangan “Bajo Maritim”

Bagikan Artikel

Sikka, Bonarinews.com — Persatuan Olahraga Dusun Namandoi (PON) menggelar pertemuan lanjutan pada Jumat malam, 5 Desember 2025, untuk membahas perkembangan terbaru pengerjaan lapangan olahraga Bajo Maritim. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat, namun dihiasi rasa cemas menghadapi datangnya musim barat.

Seluruh jajaran struktural PON hadir untuk membahas sejumlah poin penting, mulai dari progres pembangunan lapangan, kebutuhan perlengkapan, hingga langkah penyelamatan lapangan yang baru selesai dikerjakan beberapa hari lalu.

Ancaman Musim Barat, Waktu Tidak Banyak

Dalam pertemuan itu, kekhawatiran muncul ketika peserta rapat menyinggung kondisi geografis Dusun Namandoi dan Desa Nangahale. Setiap tahun wilayah pesisir ini tak pernah luput dari ancaman rob, ombak tinggi, hujan lebat, dan angin barat. Desa Nangahale selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan yang paling rentan terhadap gelombang pasang, bahkan pada tahun-tahun sebelumnya beberapa titik pemukiman nyaris tersapu ombak.

Lapangan “Bajo Maritim” sendiri berada hanya sekitar 15 meter dari bibir pantai dan belum memiliki pelindung gelombang. Kondisi ini membuat risiko kerusakan semakin besar jika tidak ada upaya pencegahan yang dilakukan segera.

Inisiatif Penggalangan Dana: Bergerak Cepat Sebelum Badai Datang

Meski situasi cukup mendesak, semangat para pengurus tidak surut. Dalam pertemuan itu, muncul kesepakatan untuk melakukan penggalangan dana internal guna membangun tanggul penahan gelombang sebagai perlindungan awal.

“Kami ini organisasi yang baru seumur jagung, tetapi semangatnya jangan ragukan,” ujar Ketua PON Namandoi, Mulyono.

“Lapangan ini simbol kebangkitan anak-anak Bajo Namandoi. Kami tidak ingin kerja keras ini hilang hanya karena gelombang pasang yang datang tiap tahun,” tambahnya.

Siapkan Turnamen Antar-RT Menjelang Ramadan

Selain pembahasan keselamatan lapangan, PON Namandoi juga mulai menyusun rencana turnamen antar-RT yang akan digelar menjelang Ramadan. Sejumlah cabang olahraga akan dipertandingkan, seperti futsal U-8, voli putri U-17 sampai U-40, voli putra, sepak takraw, dan badminton.

Turnamen perdana ini dipusatkan di Dusun Namandoi dan menjadi ajang pembinaan serta penguatan kebersamaan.

“Kami ingin semua kalangan punya ruang untuk berkembang. Lapangan ini bukan hanya tempat bermain, tapi ruang harapan,” kata Sekretaris PON, Siti Rufaidah.

Belakangan, PON Namandoi juga membuka diri untuk pertandingan persahabatan. Sudah banyak tim dari desa dan kecamatan lain yang datang, termasuk dari Desa Tana Dewa, Kabal, Nangahure, hingga Permaan.

Pesan Pembina: Jaga Bersama Sebelum Musim Barat Menguji

Pembina PON Namandoi, Sunarwin, menutup pertemuan dengan pesan yang menyentuh.

“Anak-anak Namandoi sudah menunjukkan semangat luar biasa. Tetapi kami tidak bisa bekerja sendiri. Lapangan ini milik bersama. Mari kita jaga dan kita kuatkan sebelum musim barat benar-benar datang.”

Ia berharap dukungan masyarakat dan pihak-pihak yang peduli dapat membantu menjaga lapangan Bajo Maritim agar fasilitas yang baru rampung ini tidak rusak sebelum benar-benar dimanfaatkan sepenuhnya. (Faidin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *