Sumut, Bonarinews.com — Di tengah pulihnya sejumlah wilayah dari banjir dan tanah longsor, Polda Sumut menerapkan langkah inovatif agar warga terdampak tetap dapat berkomunikasi. Melalui pemanfaatan jaringan satelit Starlink, kepolisian memastikan masyarakat yang terisolasi tetap bisa menghubungi keluarga maupun melaporkan kondisi darurat.
Pemasangan perangkat Starlink diprioritaskan untuk daerah yang mengalami kerusakan jaringan parah, khususnya di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Utara. Pada sejumlah titik, akses terputus total akibat longsor dan banjir yang mengisolasi permukiman. Kehadiran internet satelit memungkinkan warga kembali mengirim pesan, melakukan panggilan, hingga berkabar dalam situasi krisis.
Tim Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Polda Sumut telah menyiagakan tiga unit Starlink. Salah satunya bahkan diterbangkan langsung ke Tapanuli Tengah menggunakan helikopter untuk memperluas jangkauan layanan komunikasi darurat. Dengan sistem bergerak (mobile system), perangkat dapat dipindahkan ke lokasi yang paling membutuhkan.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menyebut langkah ini sebagai upaya menjaga keselamatan warga sekaligus memastikan jalur komunikasi tetap terbuka.
“Di beberapa lokasi, warga benar-benar terputus dari jaringan. Starlink menjadi solusi agar mereka dapat memberi kabar dan melaporkan situasi darurat. Ini bagian dari prioritas kami untuk melindungi masyarakat,” ujar Ferry, Kamis (27/11/2025).
Ia menegaskan Polda Sumut terus mengerahkan personel, teknologi, dan seluruh sumber daya guna mempercepat pemulihan di wilayah terdampak. Menurutnya, fleksibilitas perangkat Starlink sangat membantu, karena dapat ditempatkan sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
Polda Sumut juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan memanfaatkan layanan komunikasi darurat ini sebaik mungkin selama masa penanganan dan pemulihan bencana berlangsung. (Redaksi)
