MEDAN, Bonarinews.com – Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Sulaiman Harahap menegaskan, Pekan Ramadan Sumut 2026 harus menjadi ruang kolaborasi inklusif yang melibatkan semua unsur—pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat luas.
Hal itu disampaikannya dalam rapat Kolaborasi Pekan Ramadan Sumut 2026 yang digelar di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (3/3/2026). Dalam rapat tersebut, Sulaiman menyampaikan beberapa poin penting yang harus menjadi perhatian seluruh peserta.
Menurutnya, koordinasi teknis harus dilakukan dengan detail, mulai dari pengaturan lokasi acara, keamanan, rekayasa lalu lintas, fasilitas umum, kebersihan, layanan kesehatan hingga publikasi ke masyarakat. Ia juga mengingatkan agar setiap instansi tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Kolaborasi harus nyata, baik saat merencanakan maupun melaksanakan kegiatan,” ujarnya.
Selain itu, Sulaiman menekankan pentingnya dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, Ramadan adalah momentum untuk memperkuat ekonomi rakyat, terutama UMKM, sekaligus membangun optimisme dan kebersamaan.
“Pekan Ramadan Sumut 2026 harus jadi contoh praktik kolaborasi pemerintah yang solid dan responsif,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumut Yuda P Setiawan mengungkapkan, acara akan berlangsung pada 7–15 Maret 2026 di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU).
Rangkaian kegiatan mencakup bazar, pasar sembako murah, pasar malam, ceramah ustaz nasional, hingga khataman Quran. Acara akan dimulai pukul 14.00 WIB hingga 23.00 WIB dan terbuka gratis untuk masyarakat.
Rapat juga dihadiri unsur Forkopimda Sumut dan seluruh OPD se-Sumut sebagai bentuk dukungan penuh terhadap pelaksanaan acara besar ini.
