Pj Sekdaprov Sumut “Buka Kartu” di Hadapan 42 OPD: Program Bermasalah Harus Dihentikan!

Bagikan Artikel

BONARINEWS.COM, PARAPAT – Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Sulaiman Harahap, melontarkan pesan tegas kepada seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Di hadapan 42 OPD Pemprov Sumut, ia menekankan bahwa tata kelola pemerintahan yang baik bukan sekadar slogan, melainkan keharusan mutlak agar tidak ada program bermasalah yang dibiarkan berlarut-larut.

Penegasan tersebut disampaikan Sulaiman saat memberikan arahan dalam Forum Strategis Penyelarasan Persepsi dan Penguatan Komitmen Seluruh Kepala Perangkat Daerah Provinsi Sumut, yang digelar di Aula Mes Pora-Pora Tengku Rizal Nurdin, Parapat, Sabtu malam (10/1/2026).

Menurut Sulaiman, keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kesamaan persepsi dan kualitas kepemimpinan para kepala OPD. Ia menyoroti pentingnya integritas, kolaborasi lintas sektor, kecepatan dan ketepatan dalam bekerja, serta keberanian melakukan perubahan.

Ia menegaskan, setiap kegiatan yang terbukti bermasalah tidak boleh dipertahankan hanya demi formalitas. Program tersebut harus dihentikan, direvisi, atau dialihkan sesuai kebutuhan dan kepentingan masyarakat.

Sulaiman juga mengingatkan agar setiap persoalan yang muncul diselesaikan secara tuntas dan bertanggung jawab. Ia menolak pola pikir saling menyalahkan, baik kepada pihak lain maupun pejabat sebelumnya. Menurutnya, setiap pejabat memiliki tanggung jawab penuh atas program yang sedang berjalan.

Ia mengajak seluruh OPD untuk mengelola anggaran secara lebih cermat, transparan, dan tepat sasaran demi kemajuan Sumatera Utara. Pengelolaan anggaran yang baik, kata Sulaiman, adalah kunci agar program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Dalam arahannya, Sulaiman juga menekankan pentingnya kerja kolaboratif antar-OPD. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada ego sektoral, apalagi saling menjatuhkan. Seluruh perangkat daerah diminta untuk saling berkomunikasi dan memastikan setiap program saling mendukung satu sama lain.

Menutup arahannya, Sulaiman mengajak seluruh peserta forum untuk menatap tahun 2026 dengan optimisme. Ia mengingatkan agar masa lalu dijadikan pelajaran, bukan beban, serta berharap tahun mendatang menjadi momentum perbaikan dan kemajuan bagi pemerintahan Provinsi Sumatera Utara.

Sebelumnya, pada sesi siang hari, para peserta forum juga menerima berbagai masukan strategis dari sejumlah narasumber. Direktur Fasilitasi Penanganan Bencana dan Pengungsi BNPB, Nelwan Harahap, memaparkan pentingnya pemulihan pascabencana sebagai instrumen pemulihan ekonomi, yang membutuhkan kolaborasi kuat antar-OPD.

Sementara itu, Direktur Konektivitas dan Infrastruktur Logistik Bappenas, Dail Umamil Asri, menjelaskan strategi implementasi program strategis nasional melalui sinkronisasi prioritas pembangunan pusat dan daerah. Forum juga diisi sesi motivasi oleh Yopi Adinata, yang mendorong para peserta menurunkan ego, meningkatkan inisiatif, serta bekerja secara kreatif dan inovatif melalui pendekatan ice breaking untuk memperkuat semangat kebersamaan. (Dedy Hu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *