Sibolga, Bonarinews.com — Polres Sibolga menangkap 16 orang pelaku penjarahan di salah satu swalayan pasca terjadinya banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah Sumatera Utara sejak 24 hingga 27 November 2025.
Kasat Reskrim Polres Sibolga, AKP Rustam E. Silaban, Senin (1/12/2025), membenarkan penangkapan tersebut. Para pelaku berinisial MHH (20), SS (24), AZ (27), ZR (24), OFH (18), ART (19), DH (20), ISS (18), A (18), MS (18), BA (18), ER (21), DAM (18), ABS (18), D (18), dan BNH (17).
“Para pelaku mengambil berbagai barang, mulai dari minuman kemasan, sosis, gula, sabun, hingga makanan ringan,” jelas AKP Rustam.
Peristiwa ini terjadi di Kecamatan Sarudik, Kota Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, yang saat itu terdampak banjir dan longsor sehingga beberapa jalur transportasi terputus akibat tertimbun material longsor. Rekaman video yang beredar pada Sabtu (29/11/2025) menunjukkan ratusan warga melakukan aksi pengambilan barang secara paksa dari dalam swalayan, diduga karena pasokan bantuan pangan yang terlambat.
Polres Sibolga menindaklanjuti peristiwa tersebut dengan mengerahkan personel Sat Reskrim untuk menelusuri dan menangkap para pelaku, sekaligus memastikan keamanan di wilayah terdampak. Penangkapan ini diharapkan menjadi peringatan agar masyarakat tetap tertib dan mematuhi hukum meski berada dalam situasi bencana.
Kapolres Sibolga menegaskan bahwa pihaknya terus memantau kondisi di wilayah terdampak dan mengimbau warga untuk tidak mengambil langkah di luar hukum. Polisi juga bekerja sama dengan pemerintah daerah dan aparat terkait untuk memastikan bantuan pangan dan kebutuhan dasar masyarakat segera tersedia dan tersalurkan dengan merata.
Situasi pasca-banjir di Sibolga dan Tapanuli Tengah tetap menjadi perhatian aparat keamanan, termasuk pendistribusian bantuan dan pengawasan terhadap potensi gangguan sosial. (Redaksi)
