Pengungsi Mulai Berkurang, BNPB Kebut Pemulihan Bencana di Aceh, Sumbar, dan Sumut

Bagikan Artikel

JAKARTA, BONARINEWS.COM — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus menggeber penanganan dampak bencana hidrometeorologi basah yang melanda Provinsi Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara hingga Minggu (18/1). Fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan warga, mempercepat pemulihan, serta mengurangi jumlah pengungsi.

Kabar positifnya, BNPB memastikan tidak ada penambahan korban jiwa maupun korban hilang. Hingga kini, total korban meninggal dunia tercatat 1.199 orang, sementara korban hilang sebanyak 144 orang. Jumlah warga yang masih mengungsi juga menunjukkan penurunan signifikan, dari sebelumnya 154.973 jiwa menjadi 135.696 jiwa.

Pengurangan terbesar terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang dengan hampir 20 ribu pengungsi kembali ke rumah atau lokasi yang lebih aman. Sementara itu, Kabupaten Nagan Raya justru mengalami sedikit penambahan pengungsi akibat kondisi wilayah yang belum sepenuhnya pulih.

BNPB bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, serta kementerian dan lembaga terkait terus mempercepat pembangunan hunian sementara, membuka akses jalan dan jembatan yang rusak, serta membersihkan kawasan permukiman agar warga bisa segera kembali beraktivitas normal.

Sejak akhir November 2025 hingga pertengahan Januari 2026, bantuan logistik yang disalurkan sudah mencapai lebih dari 1.700 ton. Bantuan ini dikirim melalui berbagai jalur, mulai dari pesawat, truk, hingga kapal laut. Khusus pada 17 Januari, distribusi bantuan terus berjalan di ketiga provinsi dengan puluhan ton logistik tiba di lokasi terdampak.

Pembangunan hunian sementara juga dikebut dengan target selesai sebelum bulan Ramadan. Dari puluhan ribu rumah rusak berat, ribuan unit hunian sementara kini sedang dibangun, dan ratusan unit sudah siap ditempati. Selain itu, pembangunan hunian tetap juga mulai berjalan secara bertahap.

Untuk membantu warga selama masa menunggu rumah tetap, BNPB menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH). Hingga pertengahan Januari 2026, ribuan kepala keluarga sudah menerima bantuan ini untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Tak hanya fokus pada pemulihan, BNPB juga melakukan langkah pencegahan bencana susulan melalui Operasi Modifikasi Cuaca. Ratusan penerbangan telah dilakukan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat untuk mengendalikan curah hujan agar risiko banjir dan longsor bisa ditekan.

BNPB menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak agar penanganan bencana berjalan cepat, tepat, dan berkelanjutan. Dengan kerja sama semua pihak, diharapkan masyarakat terdampak dapat segera bangkit dan menjalani kehidupan yang lebih aman dan tangguh ke depan. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *