Pencarian Dua Nelayan Hilang di Perairan Paga Masuki Hari Ketiga, Tim SAR Perluas Penyisiran

Bagikan Artikel

SIKKA, BONARINEWS.COM – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap dua nelayan yang dilaporkan hilang saat melaut di perairan Paga, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), resmi memasuki hari ketiga pada Rabu (28/1/2026). Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian dengan memperluas area penyisiran di sekitar lokasi kejadian.

Kedua nelayan tersebut diketahui berangkat mencari ikan di rumpon pada Senin (25/1/2026) sore menggunakan sebuah perahu nelayan bermesin 35 PK. Namun hingga kini, keduanya belum kembali dan masih dinyatakan dalam pencarian.

Informasi awal kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Maumere dari keluarga korban, Bapak Rayon, yang melaporkan bahwa satu unit kapal dengan dua orang penumpang (POB) tidak kembali saat melaut di perairan Paga.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan laporan resmi Ren Ops SAR H.3, pada Senin (25/1/2026) sekitar pukul 15.00 WITA, kedua korban berangkat menuju rumpon yang berjarak kurang lebih lima mil laut dari bibir pantai. Sekitar pukul 18.30 WITA, salah satu korban sempat menghubungi pihak keluarga dan mengabarkan bahwa baling-baling perahu mereka terlepas.

Keluarga korban sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun hingga malam hari tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak SAR untuk mendapatkan bantuan pencarian.

Identitas Korban

Dua nelayan yang masih dalam pencarian masing-masing:

Anwar Mahmud (35), laki-laki, warga Watuwawi, Kelurahan Paga, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka.

Norisius Sapa (31), laki-laki, warga Sagandona, Kelurahan Paga, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka.

Keduanya menggunakan perahu nelayan berwarna biru, putih, dan merah dengan mesin 35 PK.

Operasi SAR Hari Ketiga

Memasuki Operasi SAR hari ketiga, Tim SAR Gabungan mengawali kegiatan dengan briefing pada pukul 06.00 WITA. Selanjutnya, pada pukul 06.30 WITA, pencarian kembali dilaksanakan dengan metode penyisiran di atas permukaan laut menggunakan rubber boat bermesin 30 PK.

Area pencarian difokuskan di sekitar lokasi kejadian (Last Known Position/LKP) dengan luas penyisiran mencapai lima nautical mile (NM). Beberapa titik koordinat yang menjadi fokus pencarian antara lain:

8°50’19.03″S – 122°4’20.79″E

8°51’19.04″S – 122°4’21.17″E

8°50’21.16″S – 122°2’40.01″E

8°51’18.27″S – 122°3’1.23″E

Operasi SAR melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Kansar Maumere, Polsek Paga, Ditpolairud Polda NTT, Kodim 1603/Sikka, serta keluarga dan masyarakat setempat. Peralatan yang digunakan meliputi Rapid Land SAR, rubber boat, peralatan SAR air, dan peralatan medis.

Namun demikian, proses pencarian dihadapkan pada kendala berupa angin kencang di sekitar lokasi kejadian. Kondisi cuaca dilaporkan berawan dengan kecepatan angin 6–12 knot, arah angin dari utara ke selatan, serta tinggi gelombang berkisar antara 1,5 hingga 2 meter.

Tim SAR Gabungan menegaskan operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel di lapangan.

Penulis : Faidin
Sumber : Basarnas Maumere

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *