Peduli Korban Bencana Sumatera, BEM IAKN Tarutung Galang Dana di Pusat Kota Siborongborong

Bagikan Artikel

Taput, Bonarinews.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung menggelar aksi penggalangan dana di jantung Kota Siborongborong, Taput, sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana alam yang melanda sejumlah daerah di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Aksi solidaritas yang dilakukan pada Jumat (28/11/2025) itu melibatkan pengurus BEM institut, BEM fakultas, serta mahasiswa IAKN Tarutung lainnya yang turut ikut secara sukarela. Dengan mengenakan atribut organisasi dan membawa kotak donasi, para mahasiswa terlihat bersemangat mengajak masyarakat ikut membantu sesama.

Ketua BEM IAKN Tarutung, Yosef Aprian Simanjuntak, menyebut, galang dana ini merupakan panggilan kemanusiaan yang harus dijawab oleh para mahasiswa. “Kami mengajak seluruh elemen masyarakat ikut menyalurkan bantuan. Tidak harus besar, setiap rupiah sangat berarti bagi para korban,” ujarnya, Jumat (28/11/2025).

Aksi ini mendapat sambutan positif dari warga Siborongborong. Banyak masyarakat yang berhenti sejenak untuk memberikan donasi, bahkan menyampaikan dukungan moral terhadap gerakan kemanusiaan yang diinisiasi mahasiswa.

Selain mengumpulkan donasi, para mahasiswa juga menyampaikan pesan edukasi tentang pentingnya empati dan solidaritas di tengah meningkatnya bencana akhir-akhir ini.

Ketua BEM Fakultas Ilmu Teologi, Natanael Pasaribu, menambahkan, pentingnya uluran tangan bagi para penyintas. “Banyak saudara kita di berbagai kota sedang terkena bencana. Mereka membutuhkan kita. Dengan memberi, sesungguhnya kita juga menerima banyak,” ucapnya.

Dana yang terkumpul akan disalurkan kepada para korban melalui lembaga penyalur terpercaya. BEM IAKN Tarutung berharap aksi ini tidak hanya meringankan beban warga terdampak, tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk terus menebar energi positif dan nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terkait bencana banjir dan longsor yang melanda berbagai wilayah di Sumatera Utara. Per Jumat (28/11/2025), BNPB mencatat sebanyak 116 jiwa meninggal dunia dan 42 orang masih dalam pencarian.

Selain itu, lebih dari 1.000 kepala keluarga harus mengungsi akibat rumah mereka terendam banjir, atau rusak tertimbun longsor, atau berada di zona berbahaya.

Suharyanto merinci sebaran korban meninggal berdasarkan laporan daerah:

  • Tapanuli Tengah: 47 orang
  • Tapanuli Selatan: 32 orang
  • Tapanuli Utara: 11 orang
  • Sibolga: 17 orang
  • Humbang Hasundutan: 6 orang
  • Pakpak Bharat: 2 orang
  • Padang Sidempuan: 1 orang

“Data ini masih berkembang karena pencarian masih terus dilakukan. Ada titik-titik yang belum bisa diakses, titik-titik yang sulit dijangkau,” kata Suharyanto. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *