BONARINEWS.COM, Medan — Musibah banjir sempat membuat perayaan Natal di SLB E Negeri Pembina tertunda. Namun, keterbatasan itu justru menjadi titik balik yang memperlihatkan keteguhan iman dan kuatnya kebersamaan seluruh warga sekolah. Pada Jumat (9/1/2025), Natal akhirnya dirayakan dengan penuh sukacita dan rasa syukur.
Meski tidak berlangsung tepat di hari Natal, suasana khidmat dan hangat terasa sejak awal kegiatan. Guru, siswa, dan keluarga besar SLB E Negeri Pembina berkumpul untuk merayakan kelahiran Kristus, sekaligus mensyukuri kebersamaan yang tetap terjaga di tengah ujian bencana alam.
Perayaan diawali dengan ibadah Natal yang dipimpin Pendeta Jolly Stevi, S.Th. Dalam khotbahnya, ia mengajak seluruh warga sekolah untuk tetap menjadi garam dan terang dunia, sebagaimana tertulis dalam Injil Matius 5:13–14. Pesan tersebut disampaikan secara sederhana dan menyentuh, mengingatkan bahwa kasih dan keteladanan dapat diwujudkan melalui sikap saling peduli, terutama dalam dunia pendidikan.
Pengawas SLB E Negeri Pembina, Dr. Lambok Pamancar Saragi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga sekolah yang tetap berkomitmen melaksanakan perayaan Natal meski sempat tertunda. Ia menilai momen ini menunjukkan bahwa bencana tidak mampu memadamkan iman dan semangat kebersamaan.
Kepala Sekolah SLB E Negeri Pembina, Mardi Panjaitan, juga menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya perayaan Natal tersebut. Ia berharap semangat Natal yang dirasakan bersama dapat terus menumbuhkan kasih, memperkuat persaudaraan, dan menjadi motivasi dalam meningkatkan pelayanan pendidikan bagi para peserta didik.
Sementara itu, Ketua Panitia Natal, Barsin, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Berkat kerja sama dan solidaritas seluruh warga sekolah, perayaan Natal dapat berlangsung lancar dan penuh makna.
Perayaan Natal di SLB E Negeri Pembina menjadi pengingat bahwa sukacita Natal tidak dibatasi oleh waktu maupun keadaan. Di tengah keterbatasan dan cobaan, semangat untuk menebarkan kasih, harapan, dan terang justru semakin kuat dan nyata. (Raisya Azwina Meidy)