PURWAKARTA, Bonarinews.com– Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa pemeringkatan desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sepenuhnya dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dengan pendekatan ilmiah berbasis statistik.
Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan Kolaborasi Program Prioritas Presiden untuk pemutakhiran DTSEN yang digelar di Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (14/3).
“Yang melakukan perangkingan itu BPS. Bukan pendamping, bukan kepala desa, bukan bupati, bukan wali kota, bukan Menteri Sosial,” tegas Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul.
Menurutnya, sistem pemeringkatan desil dalam DTSEN menggunakan metodologi statistik yang dirancang untuk memastikan data sosial ekonomi masyarakat tersusun secara objektif dan akurat.
Dihadiri Kepala BPS dan Kepala Daerah
Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal Kemendes Mulyadin Malik, serta Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman.
Selain pejabat pemerintah, kegiatan ini juga diikuti ratusan pilar sosial, camat, kepala desa, operator desa, dan pendamping program sosial dari berbagai wilayah.
Dorong Data Sosial Lebih Akurat
Acara tersebut juga diisi dengan berbagai penampilan, mulai dari pidato empat bahasa oleh siswa Sekolah Rakyat, pembacaan puisi, hingga paduan suara gabungan siswa dan pilar sosial.
Momentum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pemutakhiran DTSEN agar data sosial ekonomi masyarakat semakin akurat. (Redaksi)