Pekanbaru, Bonarinews.com – Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah se-Provinsi Riau menggelar Apel Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Kamis (5/3). Apel ini dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago dan dihadiri jajaran pejabat tinggi, termasuk Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, Menteri Kehutanan, Kepala Basarnas, Kepala BMKG, serta perwakilan kementerian dan lembaga terkait.
Menko Polkam menegaskan, apel ini digelar untuk memastikan kesiapsiagaan pemerintah menghadapi musim kemarau yang diprediksi mulai akhir Maret 2026.
“Pencegahan Karhutla harus dilakukan sebelum api muncul. Kebakaran hutan tidak hanya merusak wilayah lokal, tapi asapnya bisa melintasi provinsi bahkan sampai ke negara tetangga,” ujarnya.
Strategi Penanganan Karhutla Tahun 2026
Menurut Kepala BNPB, langkah penanganan Karhutla tahun ini menekankan sinergi pentaheliks antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.
Beberapa strategi yang disiapkan antara lain:
- Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mencegah kebakaran sekaligus memastikan ketersediaan air di embung dan kanal.
- Operasi satuan tugas darat dengan personel dan peralatan lengkap, termasuk kendaraan pemadam dan motor pemadam kebakaran.
- Fokus penanganan Karhutla tetap pada enam provinsi di Sumatra dan Kalimantan, sesuai tahun-tahun sebelumnya.
Sejak 16 Februari hingga 4 Maret 2026, BNPB telah melaksanakan 27 sorti penerbangan OMC dan menebar 27 ton bahan semai di langit Riau.
Siaga Gabungan: Personel dan Peralatan Lengkap
Apel dihadiri lebih dari 1.000 personel dari pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat. Peralatan operasi udara seperti helikopter untuk water bombing dan pesawat Cessna untuk OMC turut dipamerkan, termasuk kendaraan dan peralatan pendukung untuk operasi satgas darat.
Menko Polkam menekankan, kesuksesan pencegahan Karhutla di tahun-tahun sebelumnya harus dipertahankan, dan kesiapsiagaan ini menjadi kunci untuk melindungi masyarakat serta ekosistem Riau dari ancaman asap dan kebakaran. (Redaksi)
