Mahasiswanya Diterjunkan ke Daerah Bencana, Unimed Lepas 50 Relawan Muda untuk Pulihkan Langkat!

Bagikan Artikel

Medan, BonariNews.com – Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) dari Universitas Negeri Medan resmi melepas 50 mahasiswa untuk mengikuti Program Mahasiswa Berdampak Pemulihan Pasca Bencana Kemendiktisaintek 2026. Upacara pelepasan digelar di pelataran Gedung FIP Unimed, Kamis (26/2).

Wakil Dekan III, Elvi Mailani, yang mewakili Dekan FIP, menegaskan bahwa program ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk terjun langsung mendampingi masyarakat yang terdampak bencana. Ia berharap para peserta mampu memberikan kontribusi nyata dalam proses pemulihan.

Para mahasiswa Jurusan Pendidikan Masyarakat akan diterjunkan ke wilayah pascabencana banjir dan longsor di Kampung Darussalam, Desa Telaga Said, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, selama satu bulan. Mereka akan fokus pada pemberdayaan masyarakat, pemulihan ekonomi, hingga penguatan sosial pascabencana.

Pembimbing tim, Mahfuzi Irwan, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen nyata kampus dalam membantu masyarakat bangkit setelah bencana. Menurutnya, pemulihan ekonomi menjadi fokus utama kegiatan mahasiswa di lokasi terdampak.

Sejumlah program inovatif disiapkan, mulai dari pemasangan panel surya sebagai sumber energi alternatif, pengembangan hidroponik, layanan konseling, hingga pendampingan usaha lokal. Mahasiswa juga akan membantu warga mengembangkan ide kreatif dan inovasi produk yang bernilai ekonomi.

Sebelum berangkat, seluruh mahasiswa telah dibekali materi penting terkait mitigasi risiko, etika bermasyarakat, penanganan pascabencana, serta penyusunan program berbasis kebutuhan desa. Fokus kegiatan diarahkan pada sektor strategis seperti kemandirian energi, kedaulatan pangan, kesehatan masyarakat, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.

Kehadiran mahasiswa Unimed diharapkan mampu mempercepat pemulihan warga sekaligus membuka jalan bagi kerja sama berkelanjutan antara perguruan tinggi dan pemerintah desa demi penguatan ekonomi lokal. (Dedy Hutajulu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *