Medan, BonariNews.com — Suasana pembelajaran di SLB Negeri Pembina Sumatera Utara mendadak penuh antusias, Rabu (25/2/2026), setelah mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) memperkenalkan aplikasi pembelajaran interaktif bernama HOLA. Aplikasi ini langsung mencuri perhatian karena mampu membuat anak-anak disabilitas, terutama tunagrahita, belajar dengan lebih aktif, gembira, dan mudah memahami materi.
Aplikasi HOLA dirancang sebagai media belajar berbasis augmented reality (AR) yang mengubah materi pelajaran menjadi lebih visual dan menyenangkan. Siswa bisa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih nyata, memperoleh poin apresiasi, hingga merawat “pohon virtual” yang tumbuh setiap kali mereka menyelesaikan tugas belajar.
Tim Inspesia–UMSU menjelaskan bahwa banyak anak cepat bosan jika hanya mendengar penjelasan verbal. Karena itu, HOLA dibuat agar proses belajar menjadi lebih interaktif, membantu anak memahami konsep dengan lebih mudah, sekaligus meringankan beban guru dan orang tua dalam menyampaikan materi.
Aplikasi ini dapat diunduh melalui ponsel Android dan juga bisa diakses lewat laptop atau komputer sekolah melalui situs www,holainspesia,com
Kepala Sekolah SLB: Anak-Anak Sangat Antusias
Kepala SLB Negeri Pembina, Mardi Panjaitan, menyebutkan bahwa para siswa terlihat sangat menikmati proses belajar saat mencoba aplikasi tersebut.
“Anak-anak sangat interaktif, terlihat senang, dan cepat menerima materi. Aplikasi ini punya daya tarik yang besar bagi mereka,” katanya. Ia mengapresiasi riset dan kontribusi UMSU dalam menghadirkan inovasi yang langsung memberi dampak positif pada proses pembelajaran.
Didampingi Pimpinan Fakultas
Sosialisasi ini turut dihadiri pembimbing mahasiswa, Dedi Irawan, M.Kom, bersama Dr. Fihrami Rizky, M.Kom dan Dr. Aflahun Fadhly Siregar, SP., MP dari SRCC UMSU. Mereka menegaskan bahwa pengembangan teknologi pendidikan inklusif menjadi salah satu fokus riset mahasiswa, sekaligus bentuk kontribusi kampus untuk pendidikan Sumatera Utara.
Aplikasi HOLA diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai media belajar adaptif yang ramah bagi anak-anak berkebutuhan khusus, sekaligus menjadi inovasi yang mampu bersaing di kompetisi nasional. (Redaksi)
