Deli Serdang, Bonarinews.com – Bencana longsor di kawasan Sembahe, Kecamatan Sibolangit, menyisakan duka mendalam. Pemerintah bergerak cepat memastikan penanganan darurat serta bantuan bagi para korban berjalan maksimal.
Salah satu korban selamat, Sehat br Tarigan 65 tahun, saat ini menjalani perawatan intensif di RSUD Pancur Batu. Ia mengalami luka-luka dan terus mendapat pendampingan dari keluarga serta tenaga medis.
Ucapan belasungkawa juga disampaikan kepada keluarga korban meninggal dunia yang telah dievakuasi ke rumah sakit. Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, memastikan seluruh korban mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.
InsyaAllah kami akan membantu bapak ibu sekalian, sabar ya, ucapnya saat mengunjungi korban.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke lokasi longsor. Bersama unsur Forkopimda, Bupati menegaskan percepatan penanganan darurat menjadi prioritas, termasuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi.
Atas nama pemerintah, kami mengucapkan duka cita atas musibah ini. Kami hadir untuk memastikan seluruh kebutuhan masyarakat terpenuhi dan penanganan berjalan cepat serta tepat, ujarnya.

Data sementara menunjukkan bencana hidrometeorologi yang terjadi sejak Selasa malam, 7 April 2026, menyebabkan longsor di Desa Sembahe, tepatnya di belakang RM Dina Mala. Sebanyak sembilan rumah terdampak, lima orang meninggal dunia, dan satu korban masih dalam perawatan.
Pemerintah telah menyiapkan posko darurat, layanan kesehatan, dapur umum, serta tenda pengungsian. Meski sebagian warga memilih mengungsi ke rumah kerabat, kebutuhan dasar mereka tetap dipastikan terpenuhi.
Untuk keamanan, lokasi longsor kini telah dipasangi garis polisi. Pemerintah juga menunggu hasil asesmen dari tim gabungan TNI, Polri, Basarnas, serta BPBD sebelum melakukan pembersihan lanjutan. Area wisata pemandian alam di sekitar lokasi juga ditutup sementara guna mengantisipasi longsor susulan.
Selain itu, pemerintah mencatat sedikitnya lima titik longsor kecil lainnya di Kecamatan Sibolangit, termasuk di Desa Bingkawan yang berada dekat badan jalan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Ke depan, langkah mitigasi akan dilakukan, mulai dari pembersihan material longsor hingga pembangunan tembok penahan tanah setelah kondisi dinyatakan aman.
Kapolrestabes Medan, Jean Calvijn Simanjuntak, menegaskan bahwa tim gabungan masih terus bekerja di lapangan dan mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati lokasi demi keselamatan.
Saat ini lokasi masih kami isolasi karena kondisi tanah masih bergerak. Kami minta masyarakat tidak mendekat, ujarnya.
Adapun korban meninggal dunia dalam peristiwa ini adalah Gobal Sembiring 39 tahun, Riski Sembiring 14 tahun, Boy Simorangkir 51 tahun, Rosmawati br Ginting 49 tahun, dan Jamilah br Ginting 48 tahun. Sementara satu korban luka masih menjalani perawatan intensif.
Penulis: Dedy Hu