Jakarta, Bonarinews.com — Abdul Hafiz tidak hanya melempar lembing sejauh 72,82 meter di Stadion Suphachalasai, Bangkok. Ia juga melempar jauh keraguan yang sempat mengiringi langkahnya selama masa cedera.
Atlet asal Sumatera Utara itu tampil sebagai pemenang di ajang SEA Games 2025 Thailand. Medali emas yang ia raih menjadi momen istimewa, bukan hanya karena prestasi, tetapi karena lahir dari masa sulit yang tidak singkat.
Beberapa waktu lalu, kondisi fisik Hafiz tidak berada di titik terbaik. Cedera membuat performanya menurun dan hasil pertandingan tidak sesuai harapan. Bahkan, tak sedikit yang mulai meragukan kemampuannya untuk kembali bersaing di level tertinggi.
Namun Hafiz memilih bertahan. Dengan proses pemulihan yang ketat dan latihan yang disiplin, ia perlahan menemukan kembali kepercayaan diri. Dalam waktu sekitar dua bulan lebih, ia berhasil bangkit dan menunjukkan performa terbaiknya di SEA Games.
“Sudah cukup lama saya cedera dan hasilnya memang tidak bagus. Tapi alhamdulillah bisa kembali dan mendapatkan emas,” ujar Hafiz dengan nada lega.
Medali emas ini menjadi jawaban atas perjalanan panjang yang penuh kerja keras. Bagi Hafiz, kemenangan tersebut adalah bukti bahwa usaha yang konsisten tidak pernah mengkhianati hasil.
Ia juga tidak menutup mata terhadap peran orang-orang terdekat. Dukungan keluarga, terutama sang istri, menjadi kekuatan utama selama proses pemulihan. Selain itu, kepercayaan dari PB PASI turut membantunya kembali ke lintasan prestasi.
Keberhasilan Abdul Hafiz menjadi pengingat bahwa cedera bukan akhir dari segalanya. Dari Bangkok, ia membawa pulang bukan hanya medali emas, tetapi juga cerita tentang kesabaran, keteguhan, dan keyakinan untuk bangkit.
Lemparan emas Hafiz di SEA Games 2025 pun menjadi inspirasi bahwa dalam olahraga, kemenangan sejati sering lahir dari perjuangan yang tak terlihat. (Redaksi)