Bonarinews.com, MEDAN – Rencana pembangunan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) baru di Kabupaten Asahan bukan sekadar untuk menambah kapasitas. Lapas ini diproyeksikan jadi percontohan di Sumatera Utara, dengan konsep pembinaan khusus bagi narapidana yang tinggal menunggu masa bebas.
Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Surya mengungkapkan, lahan seluas 10 hektare di Desa Pasar Lembu, Kecamatan Air Joman, akan dimanfaatkan untuk membangun Lapas modern yang berbeda dari biasanya.
“Konsepnya bukan hanya mengurung napi. Mereka yang tinggal hitungan bulan bebas akan ditempatkan di sana, agar dibekali keterampilan dan dibina supaya siap kembali ke masyarakat,” jelas Surya usai bertemu dengan Kakanwil Ditjenpas Sumut, Yudi Suseno, di Medan, Rabu (1/10/2025).
Surya menambahkan, ketika dirinya menjabat Bupati Asahan, lahan itu pernah ditanami tanaman produktif. Karena itu, ia berharap pembangunan Lapas baru juga bisa memanfaatkan potensi pertanian untuk melatih para narapidana.
Kakanwil Ditjenpas Sumut, Yudi Suseno, menyebut jumlah penghuni Lapas dan Rutan di Sumut kini mencapai 32 ribu orang, mayoritas kasus narkoba. Sebagian besar Lapas mengalami overkapasitas. Karena itu, pihaknya menilai pembangunan Lapas di Asahan sekaligus jadi langkah pembenahan sistem pemasyarakatan.
“Konsepnya pembinaan. Dengan begitu, napi yang keluar nanti tidak sekadar bebas, tapi bisa produktif dan mandiri,” tegas Yudi.
Selain itu, untuk mengurangi risiko dan menekan jaringan narkoba di dalam Lapas, 100 napi kategori risiko tinggi asal Sumut juga sudah dipindahkan ke Nusakambangan, Jawa Tengah.
Lapas Asahan ini diharapkan menjadi model baru pemasyarakatan di Sumut: bukan sekadar penjara, tetapi wadah transisi bagi napi agar siap memulai hidup baru. (Redaksi)
