Tangerang Selatan, BonariNews.com – Lahan rawa berpotensi menjadi lumbung pangan baru bagi Indonesia, dan teknologi pertanian presisi menjadi kunci untuk mewujudkannya. Dalam Webinar PRIMA #3, Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur BRIN, Cuk Supriyadi Ali Nandar, menekankan pentingnya inovasi pertanian untuk menjamin swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.
Webinar yang digelar secara daring pada Rabu (11/2) ini menghadirkan para peneliti BRIN yang menjelaskan bagaimana teknologi presisi dapat mengatasi tantangan lahan rawa, mulai dari perataan, tata air, hingga mekanisasi pertanian. Kepala Pusat Riset Manufaktur Peralatan BRIN, Taufik Hidayat, menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan harus jangka panjang dan berbasis inovasi teknologi.
Peneliti Budi Raharjo menambahkan, pengembangan lahan rawa sebagai lumbung pangan memerlukan integrasi teknologi dan tata air yang baik. “Lahan rawa memiliki potensi besar, tidak hanya untuk nasional, tapi juga posisi strategis pangan global,” ujarnya.
Momon Sodik Imanudin dari Universitas Sriwijaya menekankan mekanisasi harus didukung tata air yang terstruktur agar produktivitas meningkat, sementara pendekatan partisipatif memastikan alat pertanian sesuai kebutuhan petani.
Dengan riset berkelanjutan dan inovasi tepat, lahan rawa siap menjadi tulang punggung ketahanan pangan Indonesia, menghadirkan solusi strategis bagi swasembada pangan nasional.
Penulis: Lindung Silaban
Editor: Dedy Hu
