Komite Nasional MAB-UNESCO Dorong Konservasi Laut dan Ekowisata Berkelanjutan di Bali Ocean Days 2026

Bagikan Artikel

Denpasar, BonariNews.com — Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi sumber daya laut yang besar, termasuk tujuh cagar biosfer yang masuk dalam World Network of Island and Coastal Biospheres (WNICB). Cagar biosfer tersebut adalah Komodo, Siberut, Wakatobi, Taka Bonerate – Kepulauan Selayar, Bunaken Tangkoko Minahasa, Karimunjawa Jepara Muria, dan Raja Ampat.

Direktur Eksekutif Komite Nasional MAB-UNESCO Indonesia, Virni Budi Arifanti, menyampaikan masih banyak tantangan dalam pengelolaan cagar biosfer, terutama terkait konservasi keanekaragaman hayati laut dan pesisir serta ekowisata berkelanjutan. Tekanan dari aktivitas manusia maupun wisata massal dapat mengancam spesies endemik serta memberi dampak sosial ekonomi negatif bagi masyarakat lokal.

Dalam **Bali Ocean Days 2026** yang digelar di InterContinental Bali Resort, Jimbaran, 30-31 Januari 2026, Virni menekankan pengelolaan cagar biosfer harus berbasis ekosistem lanskap. Strategi ini mencakup konservasi dan rehabilitasi ekosistem laut, kolaborasi lintas pihak, pelibatan masyarakat lokal, edukasi generasi muda, serta pemanfaatan riset, inovasi, dan teknologi untuk mendukung keberlanjutan sosial ekonomi.

Bali Ocean Days menjadi platform tahunan bagi pemimpin nasional dan internasional, pembuat kebijakan, peneliti, inovator, serta komunitas pesisir. Tahun ini, tema yang diusung adalah **“Mencari Solusi untuk Masa Depan Laut yang Regeneratif”**, menyoroti perlunya ketahanan iklim, kesehatan laut, dan pengelolaan laut yang berkelanjutan.

Kegiatan ini dihadiri antara lain Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Wakil Menteri Pariwisata, Menteri Kelautan dan Kehutanan Fiji, Menteri Perikanan Papua Nugini, staf khusus ASEAN dari Seychelles, akademisi, praktisi, dan komunitas pesisir dari sepuluh negara. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *