JAKARTA, BONARINEWS.COM – Komisi XI DPR RI memulai uji kelayakan calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk masa jabatan lima tahun ke depan, Jumat (23/1/2026). Calon pertama yang diuji adalah Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Solikin M. Juhro.
Rapat dipimpin Ketua Komisi XI, Mukhamad Misbakhun, dan dihadiri 20 anggota dari delapan fraksi. Misbakhun menegaskan, proses ini terbuka untuk publik dan sesuai tata tertib DPR.
“Uji kelayakan ini penting untuk memastikan BI tetap mampu menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan, sekaligus independen dari tekanan politik,” ujarnya.
Solikin menegaskan komitmen menjaga stabilitas nilai rupiah, inflasi terkendali, dan sistem keuangan yang sehat. Ia memaparkan kerangka Strategi Semangka, yang meliputi penguatan stabilitas makroekonomi, inovasi kebijakan makroprudensial, pengendalian harga pangan, dan digitalisasi sistem pembayaran.
Ia juga menekankan sinergi dengan pemerintah tanpa mengurangi independensi BI, khususnya dalam mendukung reformasi struktural, UMKM, ekonomi kreatif, serta pengembangan ekonomi syariah dan pesantren sebagai sumber pertumbuhan baru.
Dua calon Deputi Gubernur lainnya, Dicky Kartikoyono dan Thomas Djiwandono, akan mengikuti uji kelayakan pada Senin (26/1). Ketiga calon diusulkan Presiden Prabowo Subianto untuk menggantikan Deputi Gubernur BI Juda Agung.
Misbakhun menekankan, DPR fokus pada hasil kebijakan yang menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, tanpa memisahkan moneter dan fiskal. “Yang penting, BI tetap independen, responsif terhadap tantangan ekonomi, dan berdampak positif bagi masyarakat,” tegasnya. (Redaksi)
