MEDAN, Bonarinews.com – Inovasi membanggakan datang dari mahasiswa Universitas Negeri Medan. Mereka berhasil menciptakan IQRO Elektronik, sebuah alat pembelajaran Al-Qur’an berbasis teknologi yang dirancang khusus untuk membantu penyandang disabilitas netra belajar membaca Al-Qur’an Braille secara lebih mudah, akurat, dan interaktif.
Alat inovatif tersebut kini mulai digunakan oleh anggota Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Tunanetra Indonesia (DPD Pertuni) Sumatera Utara sebagai media pembelajaran baru yang menggabungkan sentuhan Braille dengan teknologi suara.
IQRO Elektronik dirancang menggunakan tombol taktil elastomer yang dapat ditekan oleh pengguna. Ketika tombol tersebut disentuh, alat akan langsung mengeluarkan suara pelafalan huruf hijaiyah yang sesuai. Dengan sistem ini, pengguna tidak hanya meraba titik Braille, tetapi juga mendapatkan umpan balik audio secara langsung, sehingga proses belajar menjadi lebih efektif dan mandiri.
Inovasi tersebut dikembangkan oleh tim mahasiswa UNIMED yang terdiri dari Aldino (PGSD 2022) sebagai ketua tim, Raudhatul Jannah (Pendidikan Bahasa Inggris 2022), dan Andira (Teknik Elektro 2023). Pengembangan proyek ini juga mendapat pendampingan dari dosen UNIMED Asna Istikmalatul Muktamaroh, M.Pd.
Program implementasi IQRO Elektronik telah dilakukan secara rutin di kantor DPD Pertuni Sumatera Utara yang berlokasi di Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan. Uji coba berlangsung sejak 22 Desember 2025 hingga 27 Februari 2026 dan melibatkan puluhan anggota Pertuni dari berbagai kelompok usia.
Hasil implementasi menunjukkan dampak yang cukup signifikan. Program ini berhasil menjangkau sekitar 45 persen dari total 150 kartu keluarga yang terdaftar di organisasi tersebut. Artinya, sekitar 80 anggota Pertuni, mulai dari anak-anak hingga lansia, telah merasakan manfaat dari alat pembelajaran tersebut.
Materi yang digunakan dalam program pembelajaran disusun secara bertahap. Peserta terlebih dahulu diperkenalkan dengan huruf hijaiyah Braille, kemudian mempelajari harakat seperti fathah, kasrah, dan dhammah, hingga materi lanjutan seperti mad dasar, sukun, tanwin, dan tasydid. Pada tahap akhir, peserta mulai berlatih membaca potongan ayat Al-Qur’an menggunakan Braille.
Aldino, selaku founder sekaligus ketua tim pengembang, menjelaskan bahwa selama ini proses belajar membaca Al-Qur’an di Pertuni Sumut masih mengandalkan media Braille konvensional yang memiliki beberapa keterbatasan.
Menurutnya, ukuran titik Braille yang kecil dan mudah aus sering kali membuat sebagian penyandang disabilitas netra kesulitan merasakan bentuk huruf dengan akurat.
“Melalui IQRO Elektronik yang dilengkapi tombol taktil dan umpan balik suara, pengguna dapat memastikan apakah huruf yang mereka raba sudah sesuai dengan pelafalan yang benar,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan program ini, tim mahasiswa juga dibantu sejumlah relawan dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Utara, di antaranya Awaluddin Harahap, Rafi Arya Dipa Permana, dan Melisa dari UNIMED, Arief dan Fadil dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), serta Laila dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU).
Ketua DPD Pertuni Sumatera Utara, Saiful Bakti Daulay, S.H., memberikan apresiasi atas inovasi yang dihadirkan mahasiswa tersebut. Ia menilai alat ini memiliki potensi besar untuk membantu penyandang disabilitas netra meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an secara lebih efektif.
Ke depan, tim pengembang berencana memperluas pemanfaatan IQRO Elektronik ke berbagai wilayah di Sumatera Utara, termasuk Sekolah Luar Biasa (SLB), pesantren, sekolah inklusi, serta lembaga keagamaan seperti Kementerian Agama dan Baznas.
Pengembangan alat ini juga merupakan bagian dari program kompetisi sosial-preneurship berbasis teknologi digital yang digagas oleh Telkom Indonesia bersama Telkom University dan Danantara. Program tersebut mendorong mahasiswa di seluruh Indonesia untuk menciptakan inovasi sosial berkelanjutan yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Melalui inovasi ini, mahasiswa UNIMED menunjukkan bahwa perpaduan teknologi dan kepedulian sosial mampu menghadirkan solusi nyata untuk menciptakan pembelajaran Al-Qur’an yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas netra.
Penulis: Lindung Silaban
Editor: Dedy Hu