Kepala SMA Negeri Pemana: Dari Pulau Terpencil, Literasi Kami Menjangkau Nasional

Bagikan Artikel

Bonarinews.com, SIKKA – SMA Negeri Pemana, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menegaskan eksistensinya sebagai sekolah yang aktif membangun budaya literasi dan prestasi. Keberhasilan 50 peserta didik dan 5 guru dalam menerbitkan Buku Antologi Puisi Perdana bertajuk “Pemana Harmoni Budaya Buton di Laut Flores” menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam mencetak generasi unggul dan berdaya saing nasional.

Kepala SMA Negeri Pemana, Sunarwin, ST., M.Pd., Gr, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh warga sekolah yang terus konsisten mengembangkan gerakan literasi, meskipun berada di wilayah kepulauan yang jauh dari pusat kota.

“Letak geografis kami yang berada di Pulau Pemana tidak menjadi penghalang untuk berkarya. Justru dari keterbatasan itulah lahir semangat belajar, menulis, dan berprestasi hingga ke tingkat nasional,” ujar Sunarwin.

Ia menegaskan bahwa sekolah secara sadar menjadikan literasi membaca dan menulis sebagai budaya sekolah. Melalui berbagai program penguatan literasi, peserta didik didorong untuk mengekspresikan gagasan, nilai budaya, dan identitas lokal melalui karya tulis.

“Penerbitan buku antologi puisi ini bukan sekadar prestasi, tetapi juga sarana promosi sekolah bahwa SMA Negeri Pemana mampu melahirkan siswa yang kreatif, berkarakter, dan siap bersaing. Ini adalah investasi penting bagi masa depan anak-anak kami,” tambahnya.

Dari sisi pendampingan, Sarli Malinda, S.Pd., M.Pd, selaku guru pendamping, menyampaikan bahwa proses menulis hingga terbitnya buku menjadi pembelajaran berharga bagi siswa.

“Kami ingin menanamkan keyakinan kepada peserta didik bahwa setiap anak memiliki potensi. Menulis puisi mengajarkan mereka berpikir kritis, peka terhadap lingkungan, dan berani menyampaikan gagasan. Karya ini adalah bukti bahwa mereka mampu,” ungkap Sarli Malinda.

Semangat tersebut juga dirasakan oleh peserta didik. Siti Aisyah, salah satu siswa penulis puisi, mengaku bangga dan semakin termotivasi untuk terus berkarya.

“Saya tidak menyangka bisa menulis hingga buku kami dicetak secara nasional. Ini membuat saya dan teman-teman semakin percaya diri untuk terus belajar dan menulis, meski kami sekolah di pulau kecil,” tutur Siti Aisyah.

Kebanggaan tak hanya dirasakan oleh sekolah, tetapi juga oleh para orang tua. Salah satu orang tua siswa menyampaikan apresiasi atas peran sekolah dalam membuka ruang kreativitas bagi anak-anak mereka.

“Kami sebagai orang tua sangat bangga. Anak-anak kami dibimbing bukan hanya untuk lulus sekolah, tetapi untuk berani bermimpi dan berkarya. Ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus mendukung pendidikan anak-anak di SMA Negeri Pemana,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kepala SMA Negeri Pemana berharap capaian ini semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap SMA Negeri Pemana sebagai pilihan pendidikan menengah yang unggul di wilayah kepulauan.

“Kami ingin masyarakat melihat bahwa SMA Negeri Pemana adalah sekolah yang terus bergerak maju, terbuka terhadap inovasi, dan konsisten mempersiapkan Generasi Emas 2045 melalui pendidikan literasi,” tegasnya.

Dengan capaian nasional ini, SMA Negeri Pemana kian mengukuhkan diri sebagai sekolah yang produktif, inspiratif, dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik. Dari Pulau Pemana, karya dan prestasi terus mengalir untuk Indonesia.

Penulis : Faidin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *