MAKASSAR, BONARINEWS.COM– Sebanyak 10 korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Maros, Sulawesi Selatan, berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga. Proses identifikasi dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan, Sabtu (24/1/2026).
Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, menjelaskan dari 11 body pack yang diterima tim DVI, sepuluh dapat diidentifikasi dengan baik, sedangkan satu body pack berisi potongan tulang yang juga berhasil dibuktikan sebagai bagian tubuh salah satu korban.
Korban terdiri dari 7 kru pesawat dan 3 penumpang. Berikut daftar korban yang berhasil diidentifikasi:
Kru pesawat:
1. Andy Dahananto (58), pilot, teridentifikasi melalui sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis
2. Muhammad Farhan Gunawan (26), co-pilot, teridentifikasi melalui sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis
3. Hariadi (57), flight operation officer, teridentifikasi melalui sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis
4. Restu Adi (40), engineer, teridentifikasi melalui sidik jari, properti, dan ciri medis
5. Dwi Murdiono (40), engineer, teridentifikasi melalui sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis
6. Florencia Lolita (33), pramugari/awak kabin
7. Esther Aprilita (27), pramugari/awak kabin
Penumpang:
1. Deden Mulyana (44), pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)
2. Ferry Irawan (41), KKP, analis kapal pengawas
3. Yoga Noval Prakoso (31), KKP, operator foto udara
Kapolda menegaskan seluruh identifikasi dilakukan secara teliti menggunakan sidik jari, pemeriksaan gigi, properti, dan ciri medis untuk memastikan kebenaran identitas korban. Seluruh jenazah telah diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk proses pemakaman.
Kecelakaan ini menjadi peringatan penting mengenai keselamatan penerbangan di wilayah Sulawesi Selatan, khususnya rute dengan medan pegunungan. (Redaksi)
