Karhutla di Sumatera dan Kalimantan Turun Drastis, Hujan dan Sinergi Nasional Jadi Kunci

Bagikan Artikel

Bonarinews.com, Jakarta – Musim hujan yang mulai mengguyur wilayah Indonesia membawa kabar gembira bagi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Api yang sebelumnya mengancam wilayah Sumatera dan Kalimantan kini mulai padam, menandai situasi yang semakin kondusif.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan bahwa operasi pengendalian karhutla tahun 2025 di enam provinsi prioritas telah selesai. Pernyataan ini disampaikan usai Rapat Ekspose Pengendalian Karhutla 2025 di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Senin (13/10).

“Atas arahan Presiden, penanggulangan karhutla berhasil diselesaikan dengan baik melalui sinergi antar instansi pemerintah pusat dan daerah, termasuk TNI, Polri, relawan, dan masyarakat,” ujar Raja Juli Antoni.

Kerja sama lintas sektor ini berhasil menekan luas lahan terbakar secara signifikan. Pada 2024, luas lahan terdampak mencapai 376.805 hektar, sedangkan tahun ini turun menjadi 213.984 hektar. Penurunan ini juga berdampak pada pengurangan kerugian negara, dari 75 triliun rupiah pada 2019 menjadi 6,7 triliun rupiah pada 2025.

Keberhasilan penanganan karhutla tahun ini menjadi pembelajaran penting untuk menghadapi musim kemarau mendatang. Sinergi yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, masyarakat, dan relawan terbukti efektif dalam menekan penyebaran api, sekaligus memperkuat budaya sadar bencana di masyarakat.

“Musim hujan yang tiba membantu memadamkan sisa api, namun kewaspadaan tetap diperlukan agar karhutla tidak muncul kembali di wilayah rawan,” tambah Raja Juli Antoni.

Dengan kondisi ini, pemerintah optimistis dapat mempertahankan tren penurunan karhutla di tahun-tahun berikutnya, sambil terus meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan antar semua pihak. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *