Bonarinews.com, Girsang – Di balik sejuknya udara dan eloknya panorama Danau Toba, ada semangat baru yang tumbuh di Kampung Girsang. Damayanti Sinaga, seorang pegiat lokal, menaruh harapan besar agar kampungnya bisa menjadi contoh perkampungan mandiri yang sejahtera melalui pengelolaan tanaman rempah-rempah.
Menurut Damayanti, potensi alam di kawasan Girsang cukup melimpah. Tanah yang subur dan iklim yang mendukung menjadi modal kuat untuk mengembangkan berbagai jenis rempah yang bernilai ekonomi tinggi. “Cita-citaku adalah menjadikan Kampung Girsang bukan hanya indah dipandang, tapi juga produktif dan menyejahterakan,” ujarnya.
Ia ingin wisatawan yang datang ke Danau Toba tak hanya terpukau oleh pemandangan alam, tapi juga mengenal kekayaan hasil bumi yang pernah membuat Nusantara dikenal dunia—rempah-rempah.
Salah satu produk unggulan yang kini tengah dikembangkan adalah kemiri kupas. Dengan dua varian utama—kemiri kupas bulat seharga Rp35.000 per kilogram dan kemiri kupas pecah seharga Rp32.000 per kilogram—produk ini mulai mendapat perhatian pasar lokal.
Untuk memudahkan pembeli, Kampung Girsang juga menyediakan layanan pengantaran langsung ke wilayah sekitar Parapat dan Ajibata.
Bagi Damayanti, langkah kecil ini adalah awal dari perjalanan panjang menuju kemandirian ekonomi berbasis potensi alam. “Kami ingin Kampung Girsang dikenal bukan hanya karena Danau Toba, tapi juga karena aroma rempah yang menjadi kebanggaan kami,” katanya penuh semangat. (Lindung)
