Medan, BonariNews.com – Tradisi punggahan di Jalan Swadaya, Lingkungan 16, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas, Minggu malam (15/02/26), berlangsung hangat setelah Rico Tri Putra Bayu Waas berbaur langsung dengan warga. Kegiatan yang digelar STM dan Perwiritan Ikhwanul Muslimin itu berubah menjadi momen penuh kedekatan antara pemimpin daerah dan masyarakat menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 H.
Tanpa jarak, Wali Kota duduk bersila bersama warga, mengikuti rangkaian tradisi punggahan yang sejak lama menjadi budaya masyarakat setempat. Dalam sambutannya, Rico Waas mengungkapkan kebahagiaan karena dapat berkumpul dalam suasana informal namun penuh kehangatan.
“Terima kasih atas undangan Bapak-Ibu. Malam ini menjadi hari yang membahagiakan karena kita berkumpul tanpa sekat, penuh kekeluargaan,” ujarnya.
Acara turut dihadiri anggota DPRD Medan, termasuk Afif Abdillah, para pimpinan perangkat daerah, serta Ketua STM dan Perwiritan Ikhwanul Muslimin, Ardianto. Di hadapan warga, Rico menegaskan bahwa Ramadan adalah momentum membersihkan hati sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Kita sambut Ramadan dengan pikiran dan hati yang bersih. Niatkan ibadah hanya karena Allah SWT agar setiap amalan penuh keberkahan,” pesannya.
Rico juga mengajak masyarakat untuk bersyukur karena masih diberi kesempatan bertemu Ramadan tahun ini. Menurutnya, tidak semua orang memperoleh anugerah serupa.
Dalam sesi dialog, Ardianto menyampaikan harapan warga agar pembangunan Masjid Ikhwanul Muslimin dapat diselesaikan dengan dukungan pemerintah kota. Rico langsung merespons dengan keputusan cepat.
“Untuk pembangunan Masjid Ikhwan Muslimin, kami akan memberikan bantuan senilai Rp50 juta,” katanya, disambut tepuk tangan warga.
Ia berharap dukungan tersebut mempercepat penyelesaian masjid agar semakin nyaman digunakan untuk ibadah, terutama memasuki bulan Ramadan.
Menutup kegiatan, Rico Waas mengajak masyarakat mendoakan agar Medan terus berkembang menjadi kota yang maju, berkah, dan diridhoi Allah SWT.
“Kota ini bergerak maju. Kita butuh doa dan kebersamaan agar Medan semakin baik,” tutupnya.
Ardianto menambahkan bahwa punggahan merupakan tradisi turun-temurun, namun tahun ini terasa istimewa karena dihadiri langsung oleh Wali Kota. Sebelum meninggalkan lokasi, Rico juga menyerahkan hadiah tahunan kepada bilal mayit dan penggali kubur yang merupakan warga lingkungan 16. (Redaksi)
