Tangerang Selatan, BonariNews.com — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali menggelar konferensi internasional bergengsi, ICSEEA 2026 – The 13th International Conference on Sustainable Energy Engineering and Application, pada 3–4 Februari 2026 di Hotel Trembesi, BSD, Tangerang Selatan. Acara ini dirancang untuk memperkuat ketahanan sistem transportasi dan energi, mempercepat transisi energi bersih, serta mendorong pengembangan manufaktur hijau yang efisien dan rendah emisi.
Konferensi tahunan Organisasi Riset Energi dan Manufaktur (OREM) BRIN ini menjadi platform strategis bagi peneliti, akademisi, pelaku industri, dan pemangku kebijakan untuk bertukar pengetahuan, membahas inovasi berkelanjutan, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Tahun ini, ICSEEA mengusung tema utama “Resilient Transportation and Clean Energy: Shaping the Future of Sustainable Systems”, dengan tiga subtema utama: Resilient Transportation, Clean Energy, dan Green Manufacturing. Kepala BRIN, Arif Satria, menekankan bahwa konferensi ini bukan sekadar forum ilmiah, melainkan juga sarana mengakselerasi hilirisasi inovasi agar berdampak nyata bagi masyarakat.
Kepala OREM BRIN, Cuk Supriyadi Ali Nandar, menambahkan, ICSEEA 2026 membuka peluang kolaborasi riset–industri–pemerintah untuk menghasilkan solusi aplikatif yang mendukung ketahanan sistem transportasi, energi, dan manufaktur hijau. Sementara itu, Kepala Pusat Riset Teknologi Transportasi BRIN, Aam Muharam, menekankan pentingnya pendekatan lintas disiplin untuk menghadirkan transportasi adaptif, aman, dan rendah emisi.
Konferensi ini menghadirkan sesi pleno, paralel, serta Industrial Talk yang memungkinkan interaksi langsung antara peneliti, industri, dan regulator. Lebih dari 10 pembicara dari dalam dan luar negeri, termasuk Belgia, Inggris, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, dan Taiwan, akan berbagi wawasan tentang teknologi transportasi, energi, dan manufaktur ramah lingkungan.
Dengan format komprehensif ini, BRIN menargetkan tercapainya jejaring kolaborasi yang kuat, pertukaran pengetahuan, pembentukan agenda riset bersama, serta peluang hilirisasi inovasi yang bisa dimanfaatkan industri dan masyarakat luas. (Redaksi)
